Tuesday, 12 May 2015

Kupat Tahu Magelang





Walopun orang Magelang tulen dan belasan tahun hidup di Magelang tapi... saya nggak tau banyak tentang jajanan khas Magelang, karena memang masa kecil dan remaja nggak pernah jajan di luar. Satu-satunya cita rasa masakan khas Magelang yang saya tau ya cuma masakan Ibu dan nenek-nenek. Makanya agak shock setelah merantau di Ibu Kota dan berkenalan dengan beberapa orang yang menjuluki Magelang sebagai surga kuliner karena banyaknya makanan enak disana. Waaah... maafkan saya yang kuper ini :D Mungkin nanti kalo ada waktu klayapan ke Magelang, saya akan lebih banyak jajan biar sedikit tau tentang jajanan Magelang, seperti si kupat tahu magelang ini misalnya.



Kupat tahu magelang, secara penampakan dan rasa mirip sama ketoprak jakarta atau tahu telur jawa timur, bedanya Cuma kupat tahu magelang berkuah gula jawa yang encer dan segar. Rasa dominan manis dengan sedikit sapuan pedas dan gurih kemlethis dari ulekan kasar kacang tanah. Rasa bawang putih mentah juga cukup dominan karena memang setiap porsi akan dibuatkan bumbu segar yang diulek langsung diatas piring saji, terdiri dari bawang putih, cabe rawit, dan kacang tanah goreng. Semuanya diuleg kasar saja. Lalu diatasnya ditata potongan kupat [ketupat], tahu putih goreng, tauge dan kol, irisan seledri, bawang goreng, dan nggak lupa kerupuk bawang ya. setelah itulah baru disiram kuah gula jawanya.



Kupat ini adalah bagian tersulit dari membuat kupat tahu magelang, karena prosesnya harus cari janur-bikin kulit kupat-masak kupat selama berjam-jam biar tanek [awet, gurih, dan kerasnya pas]. Jadi kita skip aja langkah ini, beli kupat jadi di pasar 10rb dapet 5 biji. Jadi di rumah tinggal nyeduh tauge dan kol, sambil goreng kacang tanah, tahu, dan kerupuk. Nggak sampe ½ jam, jadilah 2 porsi kupat tahu magelang dirumah mungil kami. Kata suami: rasanya udah kayak kupat tahu magelang asli yang dibuat orang magelang lho, Bun. *Yaaa iyalah, pak suami, istrimu ini memang orang magelang tulen* >.<






Dan inilah resep kupat tahu magelang a la kira-kira saya :D

Bahan:
4 buah ketupat
5 tahu putih ukuran kecil atau 1 tahu besar, goreng sampai kecoklatan
Tauge secukupnya, seduh
Kol  secukupnya, iris kasar, seduh
Daun seledri, cincang

Pelengkap:
Bawang goreng
Kerupuk bawang

Kuah gula:
500ml air
60gr gula jawa
3 sdm kecap
3 lbr daun salam
1 ruas lengkuas, geprek
Garam secukupnya

Bumbu [tiap 1 porsi]:
Cabe rawit [saya cukup 1 yang kecil hehe]
2 sdm Kacang tanah goreng
½ siung Bawang putih

Cara membuat:
  1. Kuah gula jawa: rebus semua bahan sampai mendidih, sisihkan
  2. Siapkan semua bahan yang sudah matang, lalu racik bumbu [cabe rawit, kacang goreng, bawang putih] diatas piring saji. Pilih piring yang cukup tebal agar kuat untuk ngulek bumbu
  3. Tata irisan ketupat dan tahu goreng diatas ulekan bumbu. Tambahkan tauge dan kol. Tambahkan irisan seledri. Tuangi kuah gula jawa.
  4. Tambahkan bawang goreng dan kerupuk, kupat tahu siap disajikan.

Selamat makaaaaan :)

Thursday, 7 May 2015

Taman-taman hijau untuk melewatkan weekend


Tahun ini, genap 5 tahun  keluarga kecil kami tinggal di Bekasi. Nggak bisa dipungkiri, di Bekasi memang susaaaaah sekali menemukan taman atau RTH [ruang terbuka hijau], kabarnya sih baru tahun ini Pemkot Bekasi akan mulai menciptakan Bekasi  1000 taman. Waaah... senang sekali kalo benar bisa terwujud. Selama ini kalo kami pengen menikmati hamparan rumput yang luaaaaas, kami harus pergi cukup jauh ke Bogor atau Jakarta. Ya... seperti kebanyakan orang di sekitar sini, untuk liburan dan hiburanpun kami harus berjibaku dengan kemacetan dulu hehehe.
Tapi nggak papa, justru disitulah seni hidup di pinggiran kota ya. Apalagi kami punya  anak kecil yang perlu sering-sering diajak main ke alam terbuka. Libur weekend ke mall sih oke-oke saja tapi kami lebih memilih melewatkan weekend di alam terbuka, dengan beberapa pertimbangan seperti bahwa alam terbuka lebih bagus untuk kami refreshing, melatih kemampuan motorik anak, bisa sambil belajar juga karena biasanya kami mengunjungi tempat wisata yang menyediakan fasilitas edukatif, dan bisa mengajari anak untuk berhemat juga, liburan nggak harus belanja di mall.
 Nah...untuk itulah kami rajin hunting tempat-tempat wisata alternatif yang ada di sekitar Bekasi. Tempat yang banyak pohon, ada sarana permainan/ wisata edukatif, ada hamparan rumput untuk lari dan lompat, tapi juga nggak terlalu sulit dilintasi karena libur weekend kan cuma 2 hari, kalo terlalu capek nanti yang ada malah kena sindrom i hate monday hehe. Syukurlah ini jaman internet, kami cukup ketik keyword dan  akan muncul review dari puluhan blog mengenai wisata alternatif di sekitar tempat kami tinggal. Dan inilah beberapa tempat yang menawarkan kesegaran alam terbuka dimana anak-anak bisa melewatkan liburan weeekend dengan bermanfaat:

1.       Kebun Raya Bogor/ KRB



Waah.. ini sih udah pasti semua orang tau ya, mungkin semua orang pernah menyelusuri kelokan-kelokan teduh di KRB. Memang tempat ini sangat menyenangkan, karena ada lapangan luas berrumput hijau, pohon-pohon yang teduh, taman menjangan di sekitar istana Bogor, dan museum zoologi. Selain itu fasilitasnya juga cukup lengkap, ada mobil keliling untuk yang mau keliling KRB tapi nggak mau capek, ada beberapa mushola, ada spot-spot cantik yang bisa dijadikan back ground foto keluarga atau prewedding, kedai makanan kecil, penyewaan sepeda, dan bahkan ada tempat khusus laktasi untuk ibu menyusui lho.




Di salah satu sudut KRB juga terdapat museum Zoologi yang menyimpan koleksi berbagai macam awetan binatang dan kerangka binatang, yang paling menarik di bagian depan museum ada display kerangka paus biru lengkap dengan baleen [penyaring krill yang terdapat dalam mulut paus biru].




Untuk mencapai tempat ini dari Jakarta, kami biasanya menggunakan commuter line tujuan Bekasi –Kota [turun di stasiun Manggarai] lalu lanjut naik commuter line Jakarta – Bogor [turun di stasiun Bogor] lalu disambung dengan angkot 02 [warna hijau – orange] . Harga tiket masuk Rp. 14.000/ orang, terjangkau banget ya jadi pantes aja kalo tempat ini jadi idola bagi keluarga untuk melewatkan akhir pekan yang menyenangkan.


2.       Taman Monas



Taman yang satu ini pastinya juga sangat terkenal ya di seantero ibu kota, banyak yang datang ke Monas untuk menaiki tugunya dan melihat pemandangan Jakarta dari ketinggian. Tapi kami biasanya kesana untuk sekedar jalan-jalan dan berteduh di taman-tamannya yang rindang sambil mengawasi  si anak lanang bermain off road sepeda, pura-pura tentu saja. 



Tiap Sabtu-Minggu pagi, taman Monas pasti padat banget dipenuhi orang-orang yang olah raga, anak-anak main bola dan layangan, atau para ABG yang ber-selfie ria. Apalagi ada car free day jadi orang-orang makin semangat olah raga dari Monas sampai ke Jl. Thamrin. Tapi ada taman teduh di sisi Jl. Medan Merdeka Barat yang biasanya sepi dan disitulah kami suka ‘mangkal’ nungguin bujang kecil kami main sepeda.



Monas ada di pusat kota jadi gampang sekali dicapai, bisa naik angkot atau busway [kalo nggak salah yang lewat Monas itu jurusan Pulogagung – Harmony dan Harmony – Blok M. Lupaaaa...udah 4 taun nggak nge-busway haha]. Kami dari Bekasi biasanya naik commuter line turun di stasiun Juanda lalu langsung jalan kaki menyusuri Sungai di samping masjid Istiqlal, sekitar 10-15 menit sampai ke Monas. Atau bisa juga naik kendaraan pribadi lewat tol lebih cepat dan nyaman pastinya.

3.       Setu Babakan



Setu atau situ dalam bahasa Betawi artinya kolam atau danau. Setu Babakan adalah salah satu perkampungan di Jakarta yang telah Ditetapkan oleh Pemkot sebagai cagar Budaya Betawi agar budaya Betawi terus lestari dan dikenal masyarakat luas. Kompleks setu Babakan terdiri dari sebuah danau buatan seluas 32 hektar yang dikelilingi perkampungan seluas 289 hektar. Karena memiliki fasilitas dan suasana perkampungan asli yang menarik, maka Setu Babakan mulai ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung kehidupan di perkampungan Betawi. 



Setu Babakan terletak di Srengseh Sawah, Jagakarsa, Jakarta selatan, kami mencapai tempat ini dengan commuter line turun di stasiun Lenteng Agung lalu dilanjutkan dengan naik angkot sekali jalan. Di tempat ini, ada banyak hal yang terkait dengan budaya Betawi seperti rumah adat Betawi, Ondel-Ondel, lagu-lagu Betawi, makanan khas Betawi, tanaman khas Betawi, tarian dan seni drama Betawi, dan budaya Betawi lainnya. 



Di sepanjang jalan di sekitar setu, kita bisa menemukan penjual kerak telor, dodol betawi, bir pletok, soto Betawi, ketoprak, nasi uduk, toge goreng, dan makanan populer lainnya dengan harga terjangkau.



Untuk anak-anak, terdapat arena permainan sederhana dan yang seru di setu-nya ada sepeda air yang bisa disewa untuk berkeliling setu dengan tarif sekitar 15rb/ 20 menit. Untuk masuk kawasan ini, kita nggak perlu bayar karcis masuk, hanya bayar paskir saja kalau bawa kendaraan pribadi.




4.       Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur 



Bumi perkemahan dan Graha Wisata Cibubur atau dikenal dengan Buperta, sangat reccomended untuk liburan keluarga karena selain memiliki pemandangan alam yang asri, tempat ini juga lengkap banget: ada danau dengan sepeda air, ada bumi perkemahan [bisa disewa untuk kelompok besar maupun keluarga], ada taman lalu lintas Saka Bhayangkara [mengajarkan anak tentang rambu-rambu dan tertib lalu lintas], ada kampoeng maen dan arena outbond, ada kolam renang, dan ada wisata taman lebah juga. 



Buperta seluas 210 hektar ini lokasinya sangat dekat dengan pintu keluar tol Cibubur [pintu keluar tol Jagorawi  km 13]  jadi sangaaaaatlah gampang mencapainya. Kami yang awalnya mengkhawatirkan kemacetan khas a la Cibubur akhirnya bernafas lega setelah sampai dengan waktu tempuh nggak sampai 30 menit dari Bekasi, weekend loooo padahal hihi
Waktu kami kesana, kami membayar tiket masuk total Rp. 23.000 untuk mobil dan 3 penumpang. Untuk parkir udah nggak ditarik ongkos lagi, tapi tempat parkir di sekitar danau memang nggak teratur... selang-seling sama dokar dan penjual makanan.







Kami memutari hampir seluruh areal Buperta, bermain sebentar di sekitar danau, lalu menyusuri jalan-jalan yang dilingkupi pohon-pohon besar di kanan-kirinya. Setelah selesai melihat-lihat, kamipun menuju pos keluar dan menanyakan dimana lokasi wisata taman lebahnya. Ternyata ada di dekat pintu keluar Buperta. Bagian depan taman wisata lebah ada deretan kios-kios yang menjual madu pramuka, lalu ada satu penjual asinan juga, lalu di sebelah kiri pintu masuk... disanalah kita bisa menemukan taman lebahnya.



Taman lebah ini merupakan taman dengan kotak ternak lebah yang bisa digunakan untuk tempat wisata edukasi anak-anak sekolah [ada semacam touring kecil yang mengajak anak-anak mempelajari proses peternakan lebah madu, jenis-jenis lebah, jenis-jenis madu, dan proses pengolahan madu sampai jadi madu kemasan siap konsumsi] dilengkapi dengan ayunan dan goa-goa buatan yang bisa untuk main petak umpet. Untuk memasuki taman ini nggak dipungut biaya, cuma kasih tips aja untuk mas-mas yang jadi ‘guide’ kita waktu lihat-lihat kotak lebahnya. Seru juga lihat lebah madu dengan sarang hexagonalnya yang berisi tetesan madu jernih dan larva serta berlomba mencari ratu lebahnya yang mana haha.




Mengakhiri jalan-jalan weekend kali ini, kami membeli 2 botol madu bee polen yang kata penjualnya bagus untuk daya tahan tubuh, kisaran harganya antara 125-300rb an untuk botol ukuran 650ml. Setelah itu kamipun  bersiap pulang lagi ke Bekasi, menerobos kemacetan yang mungkin sudah panjaaaaaaang siang hari itu..

Memang ya....tinggal di  Jabodetabek itu harus selalu berduel dengan kemacetan, apalagi kalo bawa mobil sendiri, lebih capek fisik dan psikis hehe. Makanya para produsen mobil berlomba menawarkan city car yang paling tangguh dalam menghadapi kemacetan,  mungkin solusinya adalah city car dengan body mungil, standar keamanan teruji, mesin irit dan ramah lingkungan, dan pastinya harga terjangkau seperti Toyota Agya.   




Mobil LCGC [Low Cost Green Car] keluaran PT. TAM ini ditujukan untuk pangsa pasar first time car owner, jadi selain menawarkan harga terjangkau juga tetap memperhatikan tampilan stylish dan keamanan. Bagi saya pribadi, ini penting banget ya karena yang ada di mobil itu kan orang-orang yang sangat kita sayangi, maka fitur keamanan seperti air bag wajib hukumnya. Agya dilengkapi dengan dual airbags srs, serta pretensioner dan force limiter seatbelt. Agya juga semakin kokoh dengan sistem body reinforcement dan teknologi new air freshener lever yang  membuat Agya sangat nyaman. 



Selain itu Agya juga ditujukan untuk para keluarga muda, makanya Agya dilengkapi dengan sistem ISOFIX untuk memberikan keamanan dan kenyamanan khususnya untuk pemasangan dan penggunaan baby car seat. Ini juga penting banget untuk para ayah-bunda yang harus berkendara dengan mengajak baby.



Agya punya 6 tipe yang bisa dipilih sesuai kebutuhan konsumen. Pilihan warna Agya juga banyak, ada 7 macem, saya naksir warna merahnya.... keren ya? hihihi. Tadi baca sekilas, ternyata yang merah ini versi facelift-nya Agya jadi baru muncul melakangan dan ada tambahan wiper di belakang.



Untuk wishlist weekend selanjutnya kira2 mau kemana ya? hmm... ke Bandung kayaknya seru euy. Mungkin ke Lembang Floating Market atau berpetualang ke Ciwidey... petik strawberry, lihat kawah putih, atau sekedar motret-motret cantik dan makan mie rebus di pinggir Situ Patenggang :D

Sumber info tambahan:

Wednesday, 22 April 2015

[Review] Alergon, alternatif kukis glutenfree





Duluuu.. waktu anak saya masih umur 2-3 tahun, saya lumayan rajin bikin camilan setiap hari. Bisa puding, cake, jajanan tradisional, cookies, atau rebus-rebusan. Tapi setahun belakangan karena ibunya sok sibuk jualan online jadilah masalah camilan anak ini agak terbengkalai. Apalagi dia juga udah sekolah setengah hari dan dapet makan di sekolah, jadinya makin sedikit waktu nyemil di rumah. Jadi sekarang karena jarang masak camilan, kadang harus sedia cemilan instan seperti cookies kemasan, sereal, atau roti tawar. Kami masih cukup selektif dalam hal ini, hanya yang minim zat-zat kimia [pewarna, pemanis buatan, pengawet] saja yang kami sajikan.



Suatu ketika saya tau tentang alergon, biskuit yang dikeluarkan oleh nutrifood, nama lengkapnya adalah tropicana slim alergon cookies. Menarik karena alergon ini diklaim gluten free, sugar free, tidak mengandung susu, telur, kacang, pengawet, dll. Waaah... jarang banget lo ada produk yang selengkap ini free-nya. Ini cocok untuk semua jenis umur, terutama untuk mereka yang menghindari makanan pencetus alergi seperti gluten, susu, dan kacang.



Anak saya tidak alergi terhadap gluten, susu, gula, dll tapi selama ini kami sekeluarga memang membatasi konsumsi bahan-bahan tersebut. Misalnya gluten, ini memerlukan waktu lama untuk dicerna tubuh sehingga sebaiknya tidak dimakan setiap hari. Gluten terdapat pada gandum dan produk olahannya, seperti roti gandum, mie gandum, cookies gandum, dan  lainnya. Lalu susu juga, susu yang kami minum hanya susu UHT/ pasteurisasi yang diolah sebentar untuk mempertahankan zat gizi alami. 



Jadi, kalau alergon ini glutenfree, dibuat dari apakah dia? Mari kita cek komposisinya
Komposisi: margarin [mengandung atioksidan askorbil palmitat & tokoferol, beta karoten], tepung beras putih, fruktosa, tepung singkong, kismis, air, maltodekstrin, pengemulsi mono dan di gliserida, pengembang natrium bikarbonat.



Ternyata memang beneran gluten free dan sugarfree ya, yeayyyy.... bisa untuk stok cemilan di rumah ini :) Bisa juga untuk dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui, orang yang ingin bergaya hidup sehat, dan orang yang punya alergi terhadap beberapa bahan khusus. 
Cookies alergon ini teksturnya kering dan cenderung keras kalau dibanding cookies kemasan lain, tapi justru bagus karena dengan begitu kita akan mengunyahnya pelan-pelan dan lebih lama sehingga proses pencernaan di mulut berlangsung sempurna. Rasa manisnya sedang dan sangat cocok dipadu dengan butiran kismis, baunya sedeep banget. Kelebihan lain cookies ini adalah kemasannya dilengkapi cup plastik keras sehingga cookies nggak gampang hancur dan lebih awet kering. Oya satu hal lagi yang penting, alergon ini udah mencantumkan logo halal MUI jadi bisa dikonsumsi umat muslim tanpa was was ya.

Salam,
Devi - BunKim

Thursday, 16 April 2015

Nasi Bakar Udang Teri





Awal minggu lalu pas ke tukang sayur deket rumah dan menemukan ibu-ibu lagi pada rebutan daun pisang yang ijo seger-seger, akhirnya saya pun nggak tahan juga untuk ikut rebutan hehe. Seribu dapet 3 lembar daun pisang, belum tau mau dibuat masak apa. Sampai rumah cari-cari ide dan ketemulah ide bikin pepes tahu. Ternyata keesokan harinya daun pisang masih sisa, dan mulai cari-cari ide resep sampai terdampar di sebuah blog yang memajang resep nasi bakar CNN a la Bu Fatmah Bahalwan. Waaah... kebetulan beberapa bulan ini saya lagi jatuh cinta banget sama resep-resep NCC, sampai cari resep apapun pasti pake keyword tambahan NCC dibelakangnya: resep gulai NCC, resep ayam bakar NCC, resep serabi solo NCC, donat NCC dll. Memang terbukti sih ya resep NCC selalu berakhir weeeenaaaak makanya laris dipake para foodie blogger.



Berawal dari resep nasi bakar NCC, dimodifikasi sesuai bahan-bahan yang ada di rumah, maka jadilah... menu makan hari itu: nasi bakar isi udang teri pedas. Yang paling khas dari nasi bakar adalah bau wangi daun pisang yang terpanggang bercampur dengan bau khas sereh dan salam yang dicampur ketika memasak nasinya. 



Nasi bakar ini lumayan praktis, nggak perlu waktu terlalu lama.. apalagi kalo cara masaknya seperti saya: nasi masuk ke magic jar jadi nggak usah diaron dan dikukus dulu. Selain praktis, gizinya juga cukup lengkap ya: ada protein hewani [udang/ daging ayam/ teri/ dll] dan ada sayurannya juga [saya pakai wortel dan buncis cincang]. Bisa juga ditambah jamur, tempe dan tahu cincang, atau sayuran lain sesuai selera.

Berikut resep modifikasi nasi bakar NCC:


NASI BAKAR
oleh: Fatmah Bahalwan [NCC]

Bahan:
- 500 gram beras, cuci, tiriskan
- 1/2 sdm garam
- 2 batang serai
- 600 ml santan
- 50 gram bawang merah iris
- 1 sdt kaldu bubuk [saya nggak pake]
- 6 sdm minyak untuk menumis
- daun pisang secukupnya untuk membungkus

Bahan Tumisan:
- 150 gram daging ayam, potong dadu [saya pake udang]
- 100 gram teri medan, cuci, goreng, tiriskan
- 3 buah bawang putih, iris
- 2 buah cabai hijau, iris serong
- 2 buah cabe merah mesar, iris serong
- 1 batang daun bawang, iris serong kasar
- 1 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
- 100 ml air
- 4 cabai rawit merah, iris serong
- 1 sdt kaldu bubuk [saya nggak pake]
- 4 sdm minyak goreng untuk menumis
- [Saya tambahkan 1 wortel ukuran sedang dan segenggam buncic, cincang kecil]

Cara Membuat:

1. Tumisan: Panaskan minyak, tumis bawang merah hingga layu, masukkan cabai hijau, cabai merah, dan cabai rawit merah hingga harum. Masukkan daging ayam, aduk rata dan biarkan daging matang dan berubah warna. Tuangi air, masak hingga air meresap dan kering. Masukkan bahan lain, aduk rata sebentar. Angkat.

2. Nasi: panaskan minyak tumis bawang merah hingga harum, tuangi santan, daun salam, serai, garam, dan kaldu bubuk, masak hingga mendidih  lalu masukkan beras. Aduk rata, biarkan hingga santan terserap habis dan nasi menjadi aron. Kukus selama 20 menit hingga matang, angkat. [saya masak nasinya pake magic jar seperti biasa, Cuma airnya diganti santan lalu ditambah daun salam, serai, dan garam]

3. Ambil selembar daun pisang, beri nasi matang dan beri tumisan kurang lebih 2 sdm di tengah, bungkus seperti lontong besar, semat dengan lidi kedua ujungnya. Bakar di atas wajan atau panggangan panas hingga harum. Sajikan.

Selamat makaaaan :)
Devi