Monday, 16 February 2015

Donat 5 menit



Akhiran "5 menit" di judul postingan ini merujuk pada lamanya waktu nguleni dan sekaligus juga lamanya waktu menghabiskan setumpuk donatnya hehehe... nggak ding. Saya suka sekali membuat roti/ donat dan semacamnya karena sensasi ajaib tiap kalo melihat adonan yang di proofing itu mengembang dengan cantik dan gendutnya, tapi yang paling bikin males karena mesti nguleni adonan roti sampe tangan pegel dan [merasa] harus dipijit semaleman. Sampe suatu ketika, sebuah postingan di grup NCC menyelamatkan saya, ternyata ada resep roti yang hanya perlu nguleni 5 menit saja, nggak harus sampai elastis. Pernah tau juga sih ada resep roti no knead tapi kok kayaknya kurang sempurna bikin roti tanpa nguleni. Aduuuh ribetnya saya ya, nguleni lama katanya capek... nggak nguleni pun katanya nggak mantep :D

Nah resep dari NCC yang diposting oleh mbak Jeany Mega Sari itu udah 2x saya coba, yang pertama dengan menambahkan 300gr kentang [bahan-bahan lain disesuaikan] dan yang kedua ini plek sesuai resep. Hasilnya? sama-sama enak dan empuk, tapi karena 1 resep bisa jadi belasan donat... rasanya ga mungkin menghabiskannya dalam waktu 5 menit.



Untuk nyetak donat, saya pernah pake cetakan donat tapi kurang sreg.. akhirnya si cetakan ilang entah kemana karena lupa ga disimpen. Pernah juga sok ahli kayak mbak-mbak yang jualan di gerai donat itu.. lobangnya diputer-puter pake sumpit, ternyata ga bisa secantik yang di gerai... lobangnya ga presisi hehe. Lalu akhirnya ketemulah cara koboi untuk nyetak donat.. pake botol aqua bekas! Jadi adonan donat dibentuk bulat agak pipih, lalu menjelang digoreng, dilubangi tengahnya pake mulut botol, tekan dengan sepenuh hati lalu angkat... tara... jadilah bolongan yang cantik di tengah donat. Langsung goreng dan bisa dinikmati donat angetnya.


[Resepnya dari file NCC, punya Mbak Jeany Mega Sari]

Light And Soft Bread 5 minutes knead

Bahan:
1. 225 ml susu hangat
2. 55 gr gula pasir
3. 2 sdt ragi instant (kalau adonan di inapkan semalam di kulkas,kurangi jadi 1 1/4 sdt)
4. 1 butir telur
5. 50 gram butter/ margarin,cairkan
6. 1/2 sdt garam
7. 250 gram tepung trigu protein tinggi 

8. 185 gram terigu serbaguna
 

Cara membuat:
1. Siapkan 2 baskom, olesi salah satu dengan minyak/ margarin
2. Hangatkan susu dalam magic jar hingga suam kuku, di baskom bersih tuang susu hangat,
3. Masukan gula, aduk, tambahkan ragi. Tutup serbet, diamkan 5 menit
4. Campur semua terigu dengan garam, sisihkan
5. Masukan telur dan butter ke larutan ragi, aduk rata
6. Tuang terigu secara bertahap, aduk dengan sendok kayu hingga tidak lengket di sisi baskom
7. Uleni dg tangan adonan di baskom selama 5 menit hingga kalis (tidak perlu sampai elastis)
8. Bulatkan adonan, letak kan di baskom yang sudah diolesi minyak
9. Sampai tahap ini, fermentasikan hingga ukuranya dobel atau fermentasi di kulkas semalaman
10. Siap bentuk sesuai selera [Kalo dibikin donat, berarti setelah proofing pertama ini, timbang 40-50gr, bentuk bulat, proofing lagi 15-20 menit, buat lubangnya, lalu goreng sampai keemasan]




Nah.. simpel kan? yuuuk silakan dicoba :)

Self Note: Donat ini saya buat sabtu kemarin, pas dengan hari ke-3 Kimi demam. Karena sabtu pagi anaknya udah agak seger dan mau turun dari tempat tidur, maka sayapun berani ke dapur bikin adonan donat praktis ini. Setelah selesai goreng, siap-siap mau motret... lha kok anaknya mulai rewel. Dan....ya sabtu siang pun diwarnai sedikit insiden emosional yang melibatkan si little drama dan emak-bapaknya :D

Salam,
Devi

Saturday, 31 January 2015

[IDFB Challenge] Review Aplikasi: Bukan Cuma Bibim Bap, Korea juga punya Chueotang!


[Foto-foto dari aplikasi Korean Restaurant Guide yang sudah dimodifikasi]

Tau Samgyetang atau Chueotang? Tau bahan-bahan pembuatnya? Tau citarasanya yang asli korea seperti apa? Tau dimana yang jual?

Well... kalo saya, jawaban untuk semua pertanyaan di atas adalah: nggak tau hehehe. Ya, saya memang bukan penggemar K-drama, K-pop, dan jarang juga mengamati budaya Korea jadi nggak  familier dengan menu-menu a la Korea. Sekalinya tau cuma dari banner dan neon box raksasa yang banyak terpanjang di resto Korea di seputaran Jabodetabek, fotonya bikin penasaran karena kelihatan seger dan enak sekali. Seperti K-drama, K-pop, K-culture, K-food juga telah menjamur di Indonesia. Sangat gampang kita mendapatkan menu-menu korea, dari harga murah sampai yang kelas mahal. Trus gimana ya cara memilih restoran korea yang reccomended, yang udah direview ahli kuliner Korea atau public figure gitu?
Ada! KFF [Korean Food Foundation] udah merelease buku panduan restoran Korea yang melibatkan para ahli kuliner Korea. Hmm... buku tebal terlalu serius ya? oke deh, ada juga versi buku sakunya juga. Buku saku juga suka lupa ditaruh dimana, baiklah.. yang paling gampang dan ga pernah lupa dibawa kemanapun oleh manusia sejagad raya adalah HP, jadi KFF juga memberi kemudahan kita untuk menginstall  aplikasi panduan restoran Korea  di HP kita, bisa di download pada platform iOS dan Android dengan nama aplikasi “Korean Restaurant Guide”. Dan bisa dicari dengan kata kunci koreanrestaurantguide: ID-MY pada Play Store. Kebetulan sekarang KFF bekerjasama dengan IDFB [Indonesian Food Blogger] mengadakan challenge untuk mereview aplikasi Korean Restaurant Guide ini, yeaaay...bisa sambil belajar nama-nama Korean food deh jadi nanti kalo ada yang mau nraktir di restoran Korea, udah ngerti makanan enak mana yang harus dipilih *ngareeep ada yang nraktir :D

Tampilan aplikasi Korean Restaurant Guide ini simple dan gampang dioperasikan, dalam sekilas pandangan kita akan bisa cepat memilih menu apa saja yang perlu kita klik. Sampul depan bergambar lampu khas rumah korea, lalu muncul opsi tampilan menu: berdasarkan style [BBQ,  family style, formal dining, atau casual style] atau berdasarkan lokasi negara [Indonesia dan Malaysia/ Kuala Lumpur]. Masuk ke menu utama, kita akan disuguhi 20 foto restoran korea lengkap dengan namanya. Setiap restoran direview oleh seorang public  figure secara cukup detail dan lengkap, misalnya: menu andalan restoran, otensitas rasa, penjelasan singkat mengenai bahan-bahan dan rasa makanan yang dihidangkan, jenis makanan pembuka, interior design serta  kualitas pelayanan, dan lainnya. Dibagian bawah, ada informasi penting mengenai lokasi dan nomor telpon, kisaran harga, dan pintasan ke google map. Setiap review ditampilan dalam 3 bahasa: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Korea. Naah... yang lagi ngebet belajar huruf dan bahasa korea, bisa sekalian mengasah kemampuan ketika buka aplikasi ini ya hehehe.



Bahasa yang digunakan reviewer juga provokatif alias bisa membuat pembaca drooling sedrooling-droolingnya hehe. Coda deh baca review berikut, siapa yang nggak kepengen langsung loncat ke restorannya dan pesen sup belut ini: “Signature dish restoran ini adalah chueotang, sup lezat gurih yang dibuat dari belut, daun lobak, dan akar gobo. Sebuah permata kuliner Korea yang unik. Chueotang sungguh lezat dan membuat bibir dan lidah berkejap-kejap. Anda tidak akan menemukan potongan belut dalam sup ini karena dagingnya telah dihaluskan, ditambah air, dan dimasak dengan berbagai bumbu dan sayuran. Cita rasanya sangat berbeda dengan doenjang jjigae atau sup korea pada umumnya. Kelezatannya mengagumkan. Menurut saya, Korea  seharusnya mempromosikan masakan yang satu ini agar lebih dikenal dunia. Bila anda mengunjungi restoran ini, jangan lupa memesan chueo twigim [belut goreng].”

[Foto-foto dari aplikasi Korean Restaurant Guide yang sudah dimodifikasi]
 Informasi lain yang sangat membantu adalah “menu”, disini menu-menu korea disajikan dalam urutan alfabetik, disertai foto, dan penjelasan singkat dalam  3 bahasa. Nama-nama menu yang mungkin nggak pernah muncul  di K-drama, dapat kita telusuri disini. Ternyata  di korea bukan cuma ada kimchi dan bibim bap tapi juga ada chueotang, dwaeji galbi gui, dan hongeo hoe muchim. Menu apakah itu? Silakan langsung download aplikasinya yaaaa kalo penasaran :D



Secara tampilan dan isi, aplikasi ini udah bagus banget.. sangat informatif dan memikat untuk saya yang buta masalah kuliner Korea. Tapi ada beberapa hal yang kayaknya perlu ditambahi, misalnya informasi ke-halal-an restoran. Mengingat buku dan aplikasi ini diterbitkan dan menyasar pasar Indonesia [dan Malaysia] yang mayoritas penduduknya muslim, saya kira akan sangat bermanfaat kalau ada informasi halal di aplikasi Korean Restaurant Guide-nya KFF. Selain itu, ketika awal membuka aplikasi saya agak kecewa karena mendapati hanya ada 20 restoran yang berlokasi di Jakarta. Belakangan baru tau kalo 20 restoran ini adalah restoran terbaik dari ratusan restoran yang sudah direview oleh para ahli kuliner Korea dan Indonesia juga. Pantes aja Cuma 20, udah best of the best rupanya. Satu lagi: di aplikasi ini, masing-masing restoran hanya menampilkan review dari 1 public figure, kurang banyaaaaaaak reviewernya :P
Yah Dev, kalau mau versi lengkap bisa langsung ke toko buku dan beli bukunya  dong hehehe...


Salam,
Devi :)


Note:
* Blog post ini dibuat untuk diikutsertakan dalam IDFB Challenge: I Love Korean Food
* Selain dari play store, aplikasi juga dapat di download di website Korean Cultural Center (KCC) Indonesia di  http://id.korean-culture.org
*Buku Korean Restaurant Guide bisa di download dalam format PDF dan e-book di SINI




Monday, 11 August 2014

Soto Udang





Minggu pagi kemarin liat liputan kuliner di medan, soto Kesawan. Haduuh... tetiba lapar melanda liat kuah soto yang kekuningan, taburan daun sledri, dan udang yang jingga merona hehe. Jadi kita sarapan soto Kesawan pagi ini? Yap, tapi ga usah jauh-jauh ke Medan, cukup kemluthek sebentar di dapur dan siaplah mangkuk-mangkuk berisi kuah soto udang ala soto kesawan. Kebetulan kami memang selalu punya stok udang di freezer. Udang jadi lauk andalan selain telur. Karena gampang dan cepet diolah, dan juga yang penting ‘gurih’nya nendang banget. Kalo daging sapi/ayam perlu waktu lama untuk memasak dan “mengeluarkan” gurih kaldunya, maka udang hanya perlu waktu beberapa menit saja untuk jadi makanan siap saji. Yap, saya biasanya memasak udang Cuma 2-3 menit saja. Hasilnya? Udah yang renyah, segar, manis, tidak alot, dan gurih.



Karena ga nemu resep soto kesawan di google, akhirnya bikin dengan panduan resep soto udang medan. Dari segi penampakan, udah mirip-miriplah.. kalo rasanya? Ga beda jauh dari soto pada umumnya, Cuma karena ada tambahan ketumbar jadi agak beda dikiiit. Selain itu, kaldu udang terasa sangat segar, dipadu dengan daging udang yang renyah dan manis. Beda dari soto daging sapi atau ayam yang biasanya “perlu” energi banyak untuk mengunyah. Semoga memang seperti itulah cita rasa soto kesawan yang di medan hehe.
Untuk kaldu kuahnya, saya juga memanfaatkan kulit dan kepala udang yang sudah dibersihkan. Jadi setelah dibersihkan, pisahkan udang dengan kulitnya. Lalu kulit dan kepala udang ditumis sampai berubah warna lalu ditambahi air 2 gelas, masak sampai mendidih, lalu saring. Kaldu kulit udang siap dipakai. Untuk penyajiannya selain udang, saya cuma tambahin irisan seledri dan daun bawang + tauge. 



Yang mau coba bikin, berikut ini resep yang saya pakai:



SOTO UDANG
Resep asli dari sini, modifikasi oleh BunKim

Bahan:
650 gr udang pacet, bersihkan, sisihkan kulit dan kepalanya untuk kaldu kulit udang [caranya ada diatas ya]
2 sdm perasan jeruk nipis
Garam secukupnya
Minyak secukupnya, untuk menumis dan menggoreng
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
3 lembar daun salam
3 lembar dan jeruk purut
300 ml santan kental

Bumbu Halus :
8 buah bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt ketumbar, sangrai
3 cm kunyit, panggang
2 cm jahe
2 cm lengkuas

Pelengkap:
Tauge, rebus sebentar lalu tiriskan
Irisan daun bawang dan sledri
Bawang goreng

Cara Membuat :

1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis dan garam, aduk hingga rata dan sisihkan. Buat kaldu kulit udang.
2. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan serai, daun salam dan daun jeruk. Aduk hingga layu.
3. Tuang santan kental, masak sambil terus diaduk hingga mendidih.
4. Tambahkan kaldu kulit udang dan masak hingga mendidih.
5. Masukkan udang, masak sebentar [sekitar 3 menit, sampai berubah warna] lalu angkat dan tiriskan udangnya. Masukkan irisan daun bawang dan sledri ke kuah soto. Matikan api
6. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Untuk: 5 porsi

Happy cooking :)
Devi - BunKim

Friday, 31 January 2014

IDFB #14 Olahan Beras: Punten Pecel




Kalo pecel, semua orang pasti udah tau ya. Kalo punten? Apa itu punten? Bahasa Sunda untuk “maaf”? Hmm..mungkin iya. Tapi punten yang satu saya buat siang ini bukan jenis punten Sunda hehe. Saya baru ‘kenal’ punten sekitar sebulan lalu waktu mudik ke rumah suami di Blitar, Ibu Mertua dengan bersemangat menawari saya untuk sarapan “punten pecel”. Sayangnya bakul punten pecel yang ditunggu-tunggu ga datang selama 2 hari, jadi rasa penasaran saya hanya bisa dijawab dengan penjelasan Ibu kalo punten itu nasi gurih yang dipadatkan. Oke, ingatan saya langsung tertuju pada jadah [makanan khas Jogjakarta, terbuat dari ketan yang ditetel dan dipadatkan, biasanya dijajakan bersama bacem tempe/tahu. Di Jakarta dan sekitarnya, jadah ini biasanya dijual dalam bentuk gorengan/bakaran, belum pernah nemu jadah bacem disekitar sini] dan legendar [di kampung saya, biasa dibuat dari nasi sisa yang dikukus ulang lalu dihaluskan dan dipadatkan. Bisa dimakan begitu saja dengan tambahan kelapa parut dan kuah gula jawa/ juruh atau diiris tipis, dijemur, lalu digoreng jadi krupuk legendar]. Untungnya pada hari ke-3 saya di Blitar, Ibu berhasil juga nyegat bakul punten pecel... ah ya bentuknya mirip jadah, Cuma punten ini terbuat dari beras dan ada tambahan parutan kelapa muda. Rasanya gurih dan kenyal, mak nyooos dipadu sambel pecel Blitar yang pedas manis. Sluuuurp...!!! Kalo yang belum familiar dengan jadah atau legendar, maka punten pecel ini juga identik dengan lontong atau ketupat. Kalo lontong/ketupat berrasa hambar maka punten berrasa gurih santan dan wangi daun salam...



 Lalu siang ini saya ngotot bikin punten pecel di tengah keterbatasan bahan dan mahalnya sayur-mayur [kangkung dan bayam, harganya naik hampir 4 kali lipat pagi tadi >,<] karena semalam mampir IDFB dan tiba-tiba kangeeeeeeen masak lagi. FYI, saya udah hampir 2 bulan nggak masak yang agak serius karena baru buka lapak baru dan itu menguras energi dan pikiran, ternyata ya. tiap hari Cuma masak standar sayur dan lauk, cemilan pun paling Cuma pisang goreng. Dan siang ini, mumpung tanggal merah, bisa memberantaki dapur lagi :D Kebetulan juga IDFB challenge bulan Januari ini adalah masakan olahan beras yang didukung PureGreen sebagai penyedia beras organik berkualitas yang bisa dikonsumsi keluarga yang mengutamakan gizi dan kesehatan makanan [http://puregreenorganic.com/]. Maka punten pun bisa jadi alternatif pengolahan beras kalo ada yang bosen makan nasi terus tiap hari. Bagi Ibu-Ibu yang punya anak kecil, punten bisa dicetak di bento mold atau cetakan coklat yang lucu-lucu biar si kecil lahap maemnya hehe


 Nah kembali ke punten. Punten ini banyak ditemui di Blitar, Tulung Agung, Kediri dan sekitarnya. Dijual di warung makan atau dijajakan dari rumah ke rumah dengan harga sangat terjangkau, cukup 2-4rb saja per porsi. Lalu kenapa namanya punten sih? Saya juga ga ngerti dan dari hasil googling semalam pun tidak menemui titik terang asal muasal nama unik ini. Cuma di satu blog diceritakan kalau punten ini hasil kreasi para petani di daerah Jawa Timur yang menciptakan bekal yang praktis untuk dibawa kerja ke sawah. Punten dengan bentuknya yang padat dan rasanya sudah gurih, tentu praktis dijadikan bekal. Sukur-sukur kalo ada tambahan pecel, gorengan, dan krupuk :)



[Resep] 
PUNTEN PECEL

  1. Punten:
-          1 gelas beras Pure Green
-          3 gelas santan cair
-          2 lembar daun salam
-          2 sdm kelapa muda parut
-          ½ sdt garam

Cara membuat:
1. Rebus santan, garam, dan daun salam sampai mendidih, masukkan beras. Masak sampai air habis
2. angkat beras lalu campur dengan kelapa parut, aduk rata. Kukus sampai matang
3. panas-panas haluskan dengan tumbukan kayu/batu, lalu cetak di nampan atau baskom yang sudah dialasi daun pisang/plastik dan dioles sedikit minyak sayur, padatkan
4. setelah dingin, potong-potong dan sajikan bersama sayuran dan siraman sambel pecel

  1. Pecel:
-          Sayur mayur [kacang panjang, tauge, kangkung, bayam, sawi] direbus, tiriskan
-          Sambel pecel: kacang tanah digoreng lalu dihaluskan bersama cabai rawit, bawang putih, daun jeruk purut, kencur, garam, sedikit air asam jawa, dan gula jawa], encerkan dengan sedikit air matang
-          Krupuk untuk pelengkap

Selamat memasak ^^
Devi - BunKim

Friday, 4 October 2013

Donat kentang




Beberapa minggu belakangan saya banyak banget kepengen ini-itu, tapi terpaksa ditahan karena selain tanggal tua juga –kebetulan- makanan yang dipengeni bukan makanan sehat [ehm...pencitraan banget ini mah :D]. Salah satunya adalah donat. donat yang biasa saya beli lagi diguncang isu nggak enak jadi pindah ke toko sebelahnya, cuma beli 2 biji dan yang satu masih nyisa sampai sekarang karena donatnya muaniiiiiiiis. Lalu sebiji donat yang tersisa masih saya simpen sampai sekarang, seminggu berlalu dan si donat masih seksi dengan balutan coklat yang juga muluuuuuuus pol. Hadeeeeh...mestinya udah berjamur ria kalo donatnya bukan donat jadi-jadian >,<



Trus karena beberapa temen FB pada posting doken, jadilah saya latah ikut-ikutan bikin :D Setelah googling sebentar, saya jatuh hati pada penampakan donat kentang gendut yang pake resep NCC. Langsung lah beraksi di dapur mini. Nggak sampai 1 jam, donat-donat gendut keluar dari penggorengan dan langsung meluncur ke perut fans kecil BunKim hehe. Saya bikin setengah resep lebih sedikit, jadinya sekitar 15 donat ukuran besar..makan 1 cukup kenyanglah



Donat kentang
Sumber resep: NCC

Bahan:
500 gr   tepung terigu protein tinggi
50 gr     susu bubuk
11 gr     ragi instant
200 gr   kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr   gula psir
75 gr     mentega
½ sdt    garam
4 btr      kuning telur
100 ml   air dingin

Cara membuatnya:
- Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
-   Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit/ sampai mengembang 2 kali lipat. Kempiskan adonan dengan cara meninju sampai udara keluar, bulatkan lagi
-  Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
-     Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
-     Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.

Happy cooking :)
Devi - BunKim