Thursday, 26 March 2015

Choco Chip Cookies





Untuk cookies dan cakes, saya paling suka yang simple dalam bentuk dan rasa. Cakes yang penuh hiasan warna-warni  nggak bisa bikin saya ngeces, betapapun cantiknya dia. Pun cookies yang dihias-hias indah atau dicetak rapih. Cookies yang tampil apa adanya dengan warna dan tekstur alami itu yang paliiing ga nahaaaan hehe. Dan juara dari segala macam cookies impian adalah drop cookies. Saya sempet beli buku resep cookies mrs. Field dan nggak pernah bosen liat koleksi drop cookiesnya. Jaman dahulu kala saya sempat nyoba berbagai resep drop cookies ini tapi nggak ada yang cukup memuaskan. Tampilannya nggak bisa secantik cookies-cookies yang fotonya bertaburan di internet itu. Oya, definisi cantik disini bukan berarti tampilan cookies mulus aduhai, tapi justru kebalikannya: keriput, berbongkah-bongkah, retak-retak, dan agak gendut. Naah... susaaah sekali dapet tekstur yang seperti itu.




Sampai kemarin Kimi request minta dibuatkan cemilan, tiba-tiba kepikiran cookies lagi. Maka huntinglah resep dan ketemu harta karun di blog mbak Riana Ambarsari http://pennylane-kitchen.blogspot.com/2014/06/sweet-perfection.html. Duuh kemana aja saya ini ya, padahal blog mbak Riana ini kayaknya udah kondang kaloka di seantero jagad raya perfood blogeran. Ternyata menurut pengalaman beliau, tekstur cookies sangat dipengaruhi komposisi bahan-bahan pembuatnya. Cookies yang dibuat dengan bahan-bahan di negara barat pastinya berbeda dengan bahan-bahan dari negeri kita, disini katanya dipengaruhi oleh jumlah gulanya. Saya –yang biasanya selalu memangkas jumlah gula sampai 50%- akhirnya bertekad mau pake gula sesuai resep, demi si tekstur gendut-keriput hehe. Tapi tetep ya saya skip baking powdernya :)



Sesuai resep, adonan cookies ini harus disimpan 3 jam di kulkas tapi karena ngejar waktu sebelum Kimi pulang sekolah, akhirnya hanya nginep 1 jam aja adonan cookies saya. Kayaknya ini bakal ngaruh juga ya di tekstur. Sekitar 3 jam kemluthek di dapur dan oven, jadilah cookies-cookies saya. Cookiesnya chrunchy, agak kemanisan di lidah saya, enaaaak, tapi sayang tekstur impian saya masih belum muncul hehehehe.. bukannya keriput-gendut cantik tapi malah retak-retak wkwkwk. Itu berarti masih harus coba lagi berbagai tips dan resep nanti *elus perut gendut kekenyangan cookies*

PennyLane's Chocolate Chips Cookies 

Bahan:
330 gram terigu protein sedang
1 sdt soda kue [Saya ga pake]
1 1/2 sdt maizena
1/2 sdt garam halus
180 gram mentega, lelehkan
200 gram gula pasir [saya pake 260gr brown sugar untuk menggantian 2 jenis gula ini]
60 gr gula palem
1 telur utuh
1 kuning telur
1 sdt pasta vanilla [saya ga pake]
200 gr milk atau dark chocolate chips + 50 gr untuk garnish


Cara Membuat:
1.       Ayak terigu, soda kue, maizena, garam, ke dalam mangkuk adonan. Aduk rata.
2.       Di wadah lain, campur mentega leleh, gula pasir dan gula palem, aduk hingga gula larut dan menyatu dengan mentega. Adonan menjadi seperti adonan karamel. Masukkan telur utuh dan kuning telur, aduk rata. Masukkan pasta vanilla, aduk rata.
3.       Tuang adonan basah ke dalam adonan kering, aduk rata dengan sendok kayu. Masukkan chocolate chips, aduk rata.
4.       Tutup mangkuk dengan plastik wrap, dinginkan adonan dalam kulkas minimal 3 jam.
5.       Keluarkan adonan dari kulkas, biarkan 10 menit agar mudah dibentuk. Bentuk adonan dengan tangan membentuk bulatan tidak sempurna sebesar bola ping-pong, atau tergantung keinginan, letakkan di loyang kue kering yang sudah dialasi silpat atau baking paper, beri jarak antara adonan. 
6.       Pipihkan sedikit adonan dengan jari. Tidak perlu membentuk permukaan yang sempurna. Biarkan ia penuh lekuk dan lipatan agar nantinya membentuk keriput yang cantik. Jika adonan licin sempurna, permukaan cookies akan melengkung biasa. Beri beberapa chocolate chips tambahan di permukaan cookies, tekan separuh masuk ke dalam adonan. 
7.       Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan 180 derajat Celsius selama 11 menit. 
8.       Keluarkan dari oven, dinginkan 10 menit, pindahkan cookies ke atas rak, biarkan dingin seluruhnya. Simpan dalam wadah tertutup.

Happy Baking :)
Devi - BunKim

Monday, 23 March 2015

Oseng Kecipir Udang



 Hai hai....ketemu lagi di blog masak ini :)
minggu-minggu ini saya lagi semangat belajar motret. Trus karena bingung cari objek buat dipotret, akhirnya jadi rajin masak. Trus karena udah masak dan dipotret, rasanya kurang afdhol kalo ga masuk blog. Akhirnyaa... jadi rajin ngeblog juga deh. Walaupun ya... resepnya super duper simple ya gapapa, itung2 pemanasan biar blog ini terus terurus tanpa males. Amiiin. Minggu ini saya masih mencoba jenis sayuran yang walaupun ga sepopuler bayam atau kangkung tapi selalu ngangeni karena jaman saya kecil sayuran ini sering mampir di piring makan saya hehe



Kecipir atau cipir di kampung saya di Magelang sana biasanya dijadikan sayur pelengkap dalam lothek,  pecel, atau urap. Rasanya di lidah saya mirip sama kacang panjang dengan sedikit sensasi getir. Kecipir ini termasuk tanaman merambat, di kampung biasanya ditanam sebagai tanaman tumpang sari yang ditanam di pematang sawah [bukan tanaman utama] sehingga di pasar-pasar jumlahnya tak sebanyak kacang panjang atau kedelai. Bentuk pohon, daun dan bunganya mirip sekali dengan kacang panjang. Buahnya berbentuk panjang dengan ‘sayap’ di keempat sisinya, makanya si kecipir ini juga disebut sebagai “winged bean/pea” dalam bahasa Inggris. Kalau diiris penampangnya jadi mirip bintang berkaki 4 hehe. Menurut om wiki, kecipir ini kaya kandungan protein (27,8-36,6%), demikian pula kandungan lemaknya (14,8-17,9%), yang menyerupai kandungan zat-zat itu pada kedelai. biji tersebut juga mempunyai banyak kandungan fosfor, kalsium, dan magnesium. tumbuhan ini juga mengandung karbohidrat, vitamin C, beserta tocopherol sejenis antioksidan untuk membuat tubuh lebih banyak menyerap vitamin A yang baik untuk kesehatan mata [sumber dari sini




 Kemarin di pasar nemu kecipir, saya reka-reka mau bikin sambel pecel nanti pake segala macem ubo rampenya. Tapi ternyata sampai beberapa hari, sambel pecel tak kunjung terwujud karena hobi prokrastinasi yang makin mengakar kuat [:’(] dan sayang juga liat kecipir yang mulai layu di kulkas. Yo wes harus berbelok haluan, kecipirnya di oseng ajalah yang cepet dan gampang. Tambah sedikit udang dan tomat biar gurih, sumber glutamat alami. Jangan lupa tambahkan cabe yang banyak biar pedes enak. 



Oseng kecipir udang

Bahan:
300gr kecipir, buang ujung2nya, potong melintang
5 buah udang ukuran sedang
3 bawang merah + 3 bawang putih, iris tipis
1 tomat merah, potong kecil
Cabe rawit dan cabe merah besar secukupnya,  iris tipis
1 ruas kecil lengkuas, geprek
2 lbr daun salam
Gula dan garam secukupnya

Cara membuat:
  1. Tumis duo bawang sampai harum, tambahkan cabe, lengkuas, daun salam. Tambahkan sedikit air
  2. Masukkan kecipir, aduk sampai setengah matang dan layu
  3. Tambahkan udang, masak sampai berubah warna
  4. Tambahkan gula dan garam, masukkan tomat. Cicipi rasanya, kalo udah pas silakan disajikan :)
Selamat memasaaaaak,
Devi - BunKim

Wednesday, 18 March 2015

Ulukutek Leunca






Salah satu ‘makanan baru’ yang langsung nyangkut di lidah saya adalah oncom dan leunca. Sekitar 25 tahun pertama hidup saya tinggal di Muntilan dan Jogja dan disana nggak pernah ketemu oncom atau leunca, jadi 2 jenis makanan ini termasuk asing untuk lidah saya. Awalnya liat di pasar oncom yang orange itu kok segeeeer banget kelihatannya, trus nekat beli dan baru setelah itu cari resepnya di internet. Nemulah resep ulukutek, yang katanya adalah sayur tumis oncom dan leunca khas Sunda. Ada beberapa versi resep ulukutek dan kebanyakan memakai bumbu wajib duo bawang, jahe, lengkuas, kencur, salam, serai, daun jeruk purut, daun salam, dan cabe. Ada yang pake tambahan daun bawang, daun kemangi, pete, tomat, dll.. wah udah langsung kebayang kan harumnya tumisan bumbu-bumbu ini di wajan?



Sebelum nyoba resepnya, ada baiknya kita tau dulu sedikit tentang oncom dan leunca. Apa itu oncom? Oncom adalah makanan hasil fermentasi bungkil ampas kedelai [yang telah diperas untuk membuat tahu], kebanyakan yang ada di pasaran berwarna orange cerah [difermentasi oleh kapang Neurospora sitophila atau N. intermedia] dan dijual dalam bentuk papan seperti tempe, harganya juga murah banget 1 papan ukuran sekitar 10x20 cm harganya seribu rupiah saja. Selain oncom orange, ternyata ada juga oncom hitam yang diolah dari bungkil kacang tanah dicampur onggok singkong [Sumber dari sini]. Olahan oncom rasanya udah gurih alami karena makanan hasil fermentasi, tanpa MSG dan vetsi udah keluar gurihnya. Nah selain gurih, oncom yang kelihatannya murah ini juga cukup bergizi, kandungan zat yang terdapat dalam oncom antara lain air 87.46% , lemak 0.92%, protein 4.37 %, karbohidrat 3.05%, serat kasar 1.65%, serta mengandung mineral seperti zat besi (Fe), Kalium (K), dan Natrium (Na) [sumber dari sini]



Lalu leunca? Leunca banyak dikonsumsi masyarakat Jawa Barat, di jawa tengah di kenal dengan nama ranti, di Maluku namanya bobosa. Saya biasa beli leunca d pasar atau tukang sayur seharga seribu rupiah, dapet sekitar 2-3 genggam tangan yang cukup untu 2 porsi makan. Leunca termasuk suku terung-terungan, buahnya kecil seujung kelingking dengan warna hijau atau keunguan, teksturnya ketika dimakan kurang lebih sama dengan terung pada umumnya. Di dalam bulir-bulir mini leunca ternyata terdapat kandungan gizi yang banyak, bahkan udah diteliti kandungan anti kankernya [sumber dari situ] . Berikut ini kandungan gizi Leunca: energi sebesar 33 kkal, protein 1,9gr, karbohidrat 7,4 gr, lemak 0,1gr , kalsium 274mgr, fosfor 34mgr, dan zat besi  4mgr.  Selain itu di dalam buah leunca juga terkandung vitamin A sebanyak 478 IU, vitamin B1 0,1mgr dan vitamin C 17mgr.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Buah Leunca, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 95 % [sumber dari situ]
Ternyata dari 2 bahan makanan yang super murah ini, kita bisa mendapatkan manfaat gizi yang cukup banyak ya. sekarang yuuuk mari kita coba resepnya, resep ini saya olah dari beberapa resep yang didapat di internet trus disesuaikan dengan stok bahan yang ada di rumah



Ulukutek

Bahan:
1 papan oncom, cincang  kecil-kecil
2-3 genggam leunca, cuci bersih
1 tomat merah ukuran kecil, iris
Setangkai daun bawang, cincang
Bumbu:
4 siang bawang merah dan 3 siung bawang putih. Dicincang
Seruas kecil jahe, kencur, lengkuas, dan serai. Di geprek
Daun salam daun jeruk purut
Cabe rawit dan cabe merah sesuai selera
Gula dan garam secukupnya
Minyak untuk menumis

Cara membuat:
  1. Panaskan minyak goreng, tumis semua bumbu sampai harum
  2. Masukkan oncom, tambahkan sedikit air, gula dan garam. Masak sampai setengah matang
  3. Masukkan leunca, aduk rata
  4. Tambahkan tomat dan daun bawang, aduk sebentar lalu angkat dan sajikan
  5. Siapkan sepiring nasi panas dan ulukutek pun siap jadi teman makan siang. Oya kalau perlu siapkan juga stok nasi tambahan karena ulukutek ini enyaaaaaaak banget, siapa tau porsi makan siang jadi nambah 2 kali :D

Selamat makaaaan :)
Devi - BunKim

Tuesday, 17 March 2015

Telur gabus aka. Widaran aka. Cheese stick





Belakangan ini.. nggak tau kenapa rasanya lapeeeer terus, baru makan udah laper lagi, laper lagi. Dan setiap liat foto atau nyium mau masakan tetangga [yang berhembus indah melewati relung-relung jendela dan pintu yang terbuka.. wiihihi] langsung pengen makan juga, karena disini jauh dari warung makan dan semacamnya jadilah minggu ini rajiin masak. Salah satu hasil karya yang sederhana adalah cistik kampung atau telur gabus, ada juga yang menyebutnya widaran. Resepnya udah lamaaaaa banget disimpen dari fanpage pak Wied Harry. Dulu juga udah pernah coba beberapa kali resep ini, waktu kimi umur 3 taun.. dan itu berarti 2 taun yang lalu. Ya ampun... ternyata udah lama banget jarang masakin cemilan buat Kimi, padahal kimi ini kalo disediain makanan.. apapun bisa nyemil seharian. Dulu hampir tiap hari bikin olahan ubi/ singkong/ jagung/ kentang tapi sekarang.. belum tentu 2 minggu sekali  -_-




Kalo baca resepnya, ini makanan bahan-bahannya simple dan gampang banget dibikin, tinggal aduk aduk, goreng, jadi deh. Nyaris pasti berhasil, cuma harus telaten waktu ‘ngelinting’ adonan biar hasilnya ramping, soalnya kalo cistiknya terlalu gendut... bisa jadi keras dalemnya dan kurang cantik ya dilihat. Jadi kalo di instruksi resep disuruh ambil sejimpit.. ya benera harus sejimpit, seujung jentik hehe. Cistiknya ini juga akan sedikit mengembang waktu digoreng. 




Yang mau coba bikin, silakan monggo berikut ini resepnya:

TELUR GABUS
Rese: Wied Harry
Hasil jadi: 500 g

Bahan:
350 g tepung kanji/ sagu
3 butir telur, kocok dengan garpu hingga rata
1/4 sdt garam
minyak goreng

Cara Membuat:
1. Campur seluruh bahan hingga rata. Ambil sejimpit, pilin di antara 2 telapak tangan, masukkan ke dalam wajan berisi minyak goreng yang banyak hingga pilinan adonan terendam. Lakukan hingga seluruh adonan habis.

2. Jerangkan wajan di atas api kecil. Biarkan minyak goreng panas dan pilinan adonan mulai mengapung perlahan dan bertahap. Aduk perlahan dan hati-hati. [Jangan mengaduk sebelum adonan mengapung, agar adona tidak hancur.]

3. Goreng hingga keemasan, angkat, tiriskan.

Note: saya tambahkan sekitar 40gr keju cheddar parut + 4 tangkai seledri cincang di adonan



Selamat memasak :)
Devi - BunKim