Showing posts with label lauk. Show all posts
Showing posts with label lauk. Show all posts

Monday, 1 July 2013

Arsik Ikan Mas [Tapanuli]




Petualangan saya minggu ini sampai ke Tapanuli di Sumatra. Lagi-lagi gegara iri sama pak Bondan yang bisa keliling nyicip kuliner ke seluruh pelosok dunia :D Di WisKul minggu sebelumnya, Pak Bondan cerita tentang arsik ikan mas [arsik, kurang lebih artinya asat/dimasak sampai airnya kesat] trus jalan-jalan ke pasar tradisional sambil ngasih liat bumbu-bumbu yang sering dipake di masakan khas Sumatra, antara lain bawang batak/lokio dan andaliman. Tiba-tiba inget, pas sebelumnya belanja di pasar baru [Bekasi] liat ada yang jual 2 bumbu itu. Kayaknya si penjual emang jualan bumbu dan bahan untuk masakan Sumatra, ada andaliman, bawang batak, kecombrang [bunga, biji, dan batangnya dijual terpisah], terung telunjuk, asam gelugur, dan bumbu dasar racikan. Waah..langsung deh, sabtu kmaren belanja ikan mas plus bumbu-bumbunya untuk nyoba bikin arsik ikan mas.



Iseng beli bumbu racikan basah karena nggak sanggup nguleg bumbu, 4ribu dapet seplastik kecil untuk ikan setengah kilo. Kayaknya isinya bawang merah, bawang putih, jahe, laos, kunyit, cabe, dan daun jeruk purut. Pas masaknya, saya tambahi serai, salam, laos, bunga kecombrang, andaliman, air jeruk nipis, garam, dan gula. setelah mateng? Jadinya terlalu asam, kata suami. Hihi.. saya yang pecinta masakan asam aja ngerasa itu keaseman apalagi suami yang nggak doyan asam :D Karena belum pernah makan versi aslinya, jadi nggak tau apakah arsik ikan emang seasam itu. Karena kami orang jawa yang referensi masakan ikannya nggak jauh-jauh dari mangut, ya..arsik ikan mas ini terasa sangat baru. Asam-pedas-dan gurih dengan rempah yang kuat. Sluuuurp..


Oya, karena kmaren saya nggak 100% ngeracik bumbunya sendiri jadi, postingan ini tanpa resep. Untuk yang mau ngintip resepnya, bisa kesini: http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/10768/arsik

Happy cooking :)
Devi - BunKim

Friday, 7 June 2013

Gulai Lemak [NTB]





Kami jarang banget beli dan makan daging sapi, selain harganya lagi mahal juga Kimi nggak terlalu doyan daging sapi. Hehe..untuk masalah pilih makanan, emang tolok ukurnya selalu Kimi, kami yang orang-orang tua ini cuma nurut aja. Nah tapi gegara abis baca tentang ADB [anemia defisiensi besi] pada anak asi, jadi kepikiran tentang asupan zat besi untuk Kimi. Dulu BB Kimi sempet lambaaaat naik waktu umur 1-2.5 taun, ini salah satu hal yang perlu dicurigai jangan-jangan ADB. Untungnya sih sekarang berat normal, nggak gendut-gendut amat tapi juga nggak kurus. Dan karena Kimi –sebagaimana anak kecil lainnya- sangat aktif dan nyaris nggak mau diem, jadi asupan zat besi jadi salah satu mineral penting buatnya. Kalo zat besi dari sayuran hijau, insyaAllah udah cukup, Kimi doyan segala macem sayur dan dengan senang hati menghabiskan sayur bayam, sawi, brokoli, dkk. Lauk tempe dan tahu juga minimal seminggu 3 kali. Konsumsi buah nya juga amazing, pagi bangun tidur bisa habis semangkok pepaya/mangga atau 2 jeruk manis ukuran sedang, belum cemilan siang atau sore. Jadi vitamin C [yang membantu penyerapan zat besi] juga lumayan lah. Tapi kan katanya zat besi dari tumbuhan hanya sedikit diserap tubuh, jauh lebih gampang diserap zat besi dari daging merah. Nah daging merah ini, Kimi jarang banget makan, nggak suka, makannya diemut, dsbg.
Tapi demi usaha mau nambah suplai zat besi dari sumber hewani, weekend kemarin beli sekitar 1/2kg daging sapi. Sebagian kecil udah dibuat bakso, sop, soto daging, tetep Kimi nggak terlalu suka. Jadi sampai 4 hari aja masih nyisa stok dagingnya. Dibuat apa lagi yaaaa? Buka-buka majalah sedap, nemu resep gulai lemak. Fotonya mak nyuuus. Langsunglah dicoba, takut daging yang udah beku di kulkas keburu nggak seger lagi.


Karena ini lauk mau dimakan sama Kimi, jadi skip cabe dan santannya juga dikurangi [masukin santan pas daging udah empuk, jadi santannya paling dimasak 5-10 menit aja biar nggak terlalu berminyak, maksud hati sih biar lemak jahat nya belum terbentuk gitu wkwkwk nggak tau deh bener nggak cara dan pemahaman saya inih :D]
Hasilnya? Kimi dan Ayah nambah makannya, padahal sebelumnya udah sarapan buah dan makan kacang rebus. Pas jam setengah sembilan pagi ditawari makan gulainya, langsung abis :)
Tentang gulainya sendiri, rasa rempahnya simple karena emang nggak pake rempah yang terlalu banyak seperti gulai/kari lain pada umumnya. Cuma jinten-ketumbar-merica dan duo bawang aja. Kalo versi aslinya pasti gurih pedes ya, didapur Kimi jadinya gulai gurih. Semoga dimaafkan oleh para pencipta resepnya, bukan maksudnya nggak ikut pakem hehe
Saya cari referensi tentang kisah seputar gulai lemak tapi nggak nemu info apapun. Cuma baca dari beberapa tulisan pak Bondan Winarno yang membahas masakan melayu [sumatra], “gulai” disana berarti sayur dan “lemak” merujuk pada santan. Hmm... lauk yang nikmat, kalau mau lebih sehat mungkin bisa dikurangi atau dihilangkan santannya, rasanya udah gurih :)


Gulai lemak [NTB]
Sumber:  majalah sedap

Bahan
500 gram daging sapi (bagian has), potong tipis 1cm
3 sdm minyak untuk menumis
½ sdt merica bubuk
2 sdt garam
1 ½ sdt gula merah

Haluskan
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri, sangrai
6 buah cabai keriting
4 buah cabai merah
1 sdt ketumbar
½ sdt jintan
2 cm kunyit
¼ butir kelapa agak muda, parut kasar, sangrai, haluskan
750 ml santan dari ½ butir kelapa

Cara Membuat
1.       Potong-potong daging sapi menurut selera. Sisihkan.
2.       Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna.
3.       Masukkan merica, garam, dan gula merah. Tambahkan santan sedikit demi sedikit. Masak semua bahan samapi empuk, harum, dan santan kental berminyak. Angkat, sajikan.

Happy cooking :)
Devi - BunKim

Tuesday, 4 June 2013

Ayam Panggang Wijen

 

Setelah keranjingan ikan panggang, akhirnya mulai ekspansi ke ayam panggang. Ceritanya minggu kemarin beli 2 majalah sedap bekas, tahun 2011. Isinya bikin ngiler semua, ada puding yang penampilannya seperti opera cake, tiramisu, black forest, dkk. Ada beberapa jajanan tradisional yang menggoda. Ada dimsum rebus dan goreng. Ada juga beberapa resep ayam panggang. Semuanya belum pernah saya bikin sebelumnya. Khusus untuk ayam, selama ini saya biasa mengolah dalam potongan kecil [rica-rica ayam, sop ayam, cah ayam] karena suami saya nggak suka ayam yang hambar sementara saya belum bisa bikin ayam goreng/gulai/panggang yang bumbunya bisa meresap ke dalam kalo ayamnya dipotong besar-besar.

Jadi semalam sebelum ngajak Kimi bobok, mulai bikin racikan bumbu ayam panggangnya. Di resep asli judulnya "Ayam panggang oriental" tapi karena ada beberapa bumbu yang saya skip, yang saya buat ini ganti judul jadi "Ayam panggang wijen" saja :) Jadi ayamnya saya rendam bumbu semaleman, simpen di chiller, paginya jam 4 tinggal masukin ke oven, tunggu 60 menit. Siap deh sarapan dan bekal untuk kami. Bumbunya meresap sampe ke dalam, dimakan pake oseng buncis dan sambel terasi aja udah enyaaaak *muji masakan sendiri. dosa nggak ya? :P


Resep
Ayam panggang Wijen

Bahan:
5 buah paha ayam
1 sendok teh garam
1 sendok teh air jeruk nipis

Bahan Perendam:
3 siung bawang putih, haluskan
2 cm jahe, parut halus
1 sendok teh kecap ikan
3/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh pala bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
1/2 buah bawang merah, cincang kasar
1 sendok teh minyak wijen
1 sendok teh wijen sangrai, untuk taburan


Cara membuat:

1. Lumuri ayam dengan garam dan air jeruk lemon. Diamkan 15 menit.
2. Aduk rata bahan perendam. Masukkan ayam, tusuk-tusuk dengan garpu.  Diamkan dalam lemari minimal 30 menit
3. Letakkan ayam diatas loyang yang dialasi aluminum foil.
4. Oven dengan api bawah suhu 180 derajat Celcius 65 menit sampai matang sambil dioles sisa bahan      perendam.
5. Sajikan dengan taburan wijen sangrai.


[Bumbu yang saya skip Kecap ikan dan saus tiram, nggak punyaaa. Trus saya tambahi sedikit pala bubuk]
Resep asli dari majalah sedap atau bisa diakses di sajiansedap



Happy cooking :)
Devi - BunKim


Monday, 7 January 2013

Sop Ayam Lemon

 

Akhir tahun kemarin borong 2 ekor ayam di giant, gara-gara liat harganya murah banget + inget omongan pak tukang sayur kalo menjelang tahun baru harga ayam bakal melambung tinggi hahaha. Sampe bingung mau diapain ayam sebanyak itu, udah dibikin rica-rica seekor, dibikin oseng kacang panjang, soto ayam, dan akhirnya buka-buka majalah sedap sebelum akhirnya memutuskan untuk bikin sop ayam lemon ini. cara bikin dan bahannya sama persis seperti sop ayam biasa, Cuma ditambah perasan air jeruk lemon [saya pake jeruk nipis, nggak punya lemon] dan irisan cabe rawit. Ternyata rasanya lumayan unik :) segeeeer....


Resep aslinya tanpa sayuran, tapi karena saya males masak 2 kali, jadi saya bikin sop ayam lemon ini dimasukin brokoli, wortel dan bunga kol hehe



Resep Sop Ayam Lemon

Bahan:
½ ekor ayam dipotong 8
Air perasan ½ butir jeruk lemon/ nipis
3 cabe rawit, iris tipis
5 siung bawang merah, iris tipis lalu goreng sampai keemasan
Seledri dan daun bawang, cincang
2 sdm minyak goreng
1 lt air

Bumbu halus:
5 siung bawang putih
1 sdt merica
½ sdt bubuk pala
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:
  1. Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan sedikit air. Masukkan ayam
  2. Tambahkan air, masak sampai matang. [kalo mau tambah sayuran, masukkan sayuran sekitar 5 menit sebelum sop ayam diangkat]. Kecilkan api, masukkan bawang merah goreng, cabe rawit, air perasan jeruk lemon, seledri dan daun bawang. Matikan api
  3. Sop ayam siap disantap
Sumber resep: majalah sedap edisi olahan ayam

Happy cooking :)
Devi - BunKim

Rica-rica ayam a la ibu





Resep ini dapet dari ibu saya, biasa kami sebut rica-rica [biasanya ibu masak pake daging itik/ menthok], kurang tau juga beliau dapat resep dari mana. Beberapa kali saya makan rica-rica di warung makan rasanya beda banget sama buatan ibu. Saya googling resep rica-rica-pun, belum nemu yang bumbunya seperti yang dibuat ibu. Hehe anggaplah  ini emang rica-rica ala ibu saya, pake buanyak sekali rempah-rempah...sekitar 17macem :) Ini resep favorit orang serumah, maklum saja kami keluarga sederhana yang makan daging hanya beberapa kali setahun jadi kalo ibu udah bikin rica-rica ini, pasti langsung tandas habis oleh 3 anaknya ini. Tapi emang spesial, kalo gulai atau kari nggak akan sesemangat itu kami ngabisinnya :P



Sekarang setelah saya punya keluarga kecil-pun, rica-rica ayam ini tetep favorit. Kadang saya masak ayam dengan setengah porsi bumbu [sisa bumbu dan cabe dimasukin belakangan] jadi Kimi [3y] bisa ikutan nyicipi masakan ayam sarat bumbu ini. Kalo ayahnya, nggak usah diceritain..nanti ndak beliau malah malu :D Kadang sambil makan, kami ngobrol tentang rempah-rempah yang puluhan-ratusan tahun lalu jadi rebutan bangsa penjajah. Alangkah beruntungnya sampai saat ini bisa mencicipi resep penuh rempah seperti ini. ok, kejauhan ya ceritanya...


Hmm..rica-rica ini rasanya gurih-panas-pedas ya. Kalo cabe yg saya sebutkan di resep kira-kira kurang nendang ya..monggo ditambah lagi cabe rawitnya. Kebetulan kami nggak terlalu doyan pedas, jadi 5 cabe rawit merah udah cukup bikin berkeringat. Resep ini cocok dimaem pas musim ujan begini, jahe-merica-pala-dkk bikin badan anget dan jauh dari flu :)



Resep
Rica-rica ayam [a la ibu]

Bahan:
1 ekor ayam dipotong 40 bagian
1 liter air
Minyak untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan:
6 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdm merica
1 sdm ketumbar
1 ruas jahe
1 ruas kunyit
3cm lengkuas
½ sdt biji pala bubuk
½ sdt jintan
Garam secukupnya
Gula secukupnya

Bumbu lain:
3 batang serai, memarkan
5 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk purut, hilangkan urat daunnya
5 btr kapulaga
5 btr cengkih
5 cm kayumanis
3 btr cabe jawa/ cabe puyang
5 buah cabe rawit, iris

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan bumbu utuh. Tumis sampai layu lalu tambahi ½ liter air, masak sampai mendidih
2. Masukkan ayam, aduk sampai rata. Tambahkan sisa air lalu masak sampai airnya menyusut dan kuah kental
3. Rica-rica ayam siap disantap dengan nasi hangat ;)

sumber resep: Ibu


Happy cooking,
Devi-BunKim