Showing posts with label Gulai. Show all posts
Showing posts with label Gulai. Show all posts

Monday, 15 July 2013

Gulai Kakap [Padang]



 Saya nggak yakin gulai kakap ini masakan khas Padang atau masakan khas rumah makan Padang ya? hehe hasil baca-baca beberapa blog, memang gulai kakap [paling populer dipakai adalah bagian kepalanya] ini banyak dijumpai di Padang dan Minang, resep aslinya nggak pakai gula [gula pasir, gula jawa atau gula apapun]. Konon katanya disana orang masak apapun nggak pernah pake gula, tapi karena saya udah hampir 30 taun tinggal dan makan masakan Jawa jadi masak tanpa sedikit gula adalah aneh. Jadi lagi-lagi saya nyalahi pakem masakan aslinya. Semoga dimaafkan oleh para pemilik resepnya. Tapi kalo dipikir-pikir kan ya, namanya orang eksekusi resep biasanya emang diotak-atik, disesuaikan dengan stok bahan yang ada, disesuaikan dengan selera, dan justru disitulah letak kenikmatan masakan homemade. Tapi, tentu saja saya akan KEHILANGAN autentisitas dan originalitas [eh bener nggak ni istilahnya  ya] rasa resep aslinya :(
Hehe...jadi inget beberapa waktu lalu posting resep taiyaki [semacem pancake khas Jepang] dan seorang teman yang tinggal di Jepang cerita  kalo taiyaki yang di Jepang rasanya nggak enak [untuk lidah orang Indo mungkin ya] karena pancakenya hambar tapi filling pasta kacang super manis. Nah saya bikinnya taiyaki KW 44 jadi ya rasanya malah pas di lidah jawa saya, mirip-mirip apem :D Lalu setelah itu posting sambal matah dan seorang teman yang tinggal di Bali cerita kalo beliau nggak doyan sambal matah karena bau bahan-bahan mentahnya yang tajam. Nah yang saya bikin adalah sambal matah KW45 atau sambal ‘setengah’ matah lah..biar saya sedikit senang, nggak terlalu jauh melenceng dari pakem resep asli. Hmm..memang saya kehilangan originalitas rasa aslinya, tapi semoga nanti saya bisa nyicipi versi asli sambil keliling Indonesia :D Amiiiiin...

Oke, kembali ke si gulai kakap, saya kenal gulai ini sekitar 5-6 tahun lalu waktu ditraktir teman di sebuah rumah makan Minang di daerah Kemayoran, gulai kepala kakap. Seporsi berisi separuh kepala kakap yang memenuhi piring saji ukuran besar. Rasanya gurih dengan rasa asam yang manis. Wah, menu ini beneran nggak terlupakan..apalagi makan disana 3 kali dan selalu gratis :D Sekarang sambil menyusun remah-remah ingatan saya akan rasa gurih-asam si gulai kepala kakap, saya mencoba membuatnya sendiri di dapur saya. Dua kali saya bikin pake 2 resep beda, yang pertama saya bikin terlalu asem [pake 2 asam kandis + jeruk nipis, sesuai resep. Untuk satu kepala kakap ukuran sedang] lalu yang kedua saya kurangi pake asam kandis 1 buah saja untuk seekor kakap merah seberat 1kg. Ini yang lebih pas di lidah kami.

Berikut ini resep lengkapnya:
Sumber resep: disini

Gulai Kakap Merah

Bahan:
- 1 kg ikan kakap merah [atau bisa pakai kepalanya saja]
- 1 buah asam kandis/ asam jawa
- 5 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 3 batang serai dimemarkan
- 200 ml santan kental
- 1000 ml santan encer
- 4 sdm minyak goreng

Bumbu halus:
- 7 buah cabe merah
- 4 siung bawang putih
- 5 buah bawang merah
- 3 cm kunyit
- 3 cm jahe
- 3 cm lengkuas
- 1 sdm ketumbar disangan
- 11/2 sdm garam
- 1 sdm gula pasir

Cara memasak:
- Tumis bumbu yang dihaluskan dan bumbu yg tidak dihaluskan hingga harum
benar dan bumbu matang.
- Masukkan potongan ikan, tumis kembali hingga ikan berubah warna.
- Masukkan 500 ml santan encer, kecilkan api dan tutup.
- Masak hingga 15 menit, kemudian masukkan sisa santan encer dan masak
hingga semua matang.
- Terakhir masukkan santan kental, aduk-aduk sesaat dan matikan api.
* saya tambahin beberapa kuntum kemangi dan potongan tomat sesaat sebelum gulai matang

Happy cooking :)
Devi - BunKim

Friday, 7 June 2013

Gulai Lemak [NTB]





Kami jarang banget beli dan makan daging sapi, selain harganya lagi mahal juga Kimi nggak terlalu doyan daging sapi. Hehe..untuk masalah pilih makanan, emang tolok ukurnya selalu Kimi, kami yang orang-orang tua ini cuma nurut aja. Nah tapi gegara abis baca tentang ADB [anemia defisiensi besi] pada anak asi, jadi kepikiran tentang asupan zat besi untuk Kimi. Dulu BB Kimi sempet lambaaaat naik waktu umur 1-2.5 taun, ini salah satu hal yang perlu dicurigai jangan-jangan ADB. Untungnya sih sekarang berat normal, nggak gendut-gendut amat tapi juga nggak kurus. Dan karena Kimi –sebagaimana anak kecil lainnya- sangat aktif dan nyaris nggak mau diem, jadi asupan zat besi jadi salah satu mineral penting buatnya. Kalo zat besi dari sayuran hijau, insyaAllah udah cukup, Kimi doyan segala macem sayur dan dengan senang hati menghabiskan sayur bayam, sawi, brokoli, dkk. Lauk tempe dan tahu juga minimal seminggu 3 kali. Konsumsi buah nya juga amazing, pagi bangun tidur bisa habis semangkok pepaya/mangga atau 2 jeruk manis ukuran sedang, belum cemilan siang atau sore. Jadi vitamin C [yang membantu penyerapan zat besi] juga lumayan lah. Tapi kan katanya zat besi dari tumbuhan hanya sedikit diserap tubuh, jauh lebih gampang diserap zat besi dari daging merah. Nah daging merah ini, Kimi jarang banget makan, nggak suka, makannya diemut, dsbg.
Tapi demi usaha mau nambah suplai zat besi dari sumber hewani, weekend kemarin beli sekitar 1/2kg daging sapi. Sebagian kecil udah dibuat bakso, sop, soto daging, tetep Kimi nggak terlalu suka. Jadi sampai 4 hari aja masih nyisa stok dagingnya. Dibuat apa lagi yaaaa? Buka-buka majalah sedap, nemu resep gulai lemak. Fotonya mak nyuuus. Langsunglah dicoba, takut daging yang udah beku di kulkas keburu nggak seger lagi.


Karena ini lauk mau dimakan sama Kimi, jadi skip cabe dan santannya juga dikurangi [masukin santan pas daging udah empuk, jadi santannya paling dimasak 5-10 menit aja biar nggak terlalu berminyak, maksud hati sih biar lemak jahat nya belum terbentuk gitu wkwkwk nggak tau deh bener nggak cara dan pemahaman saya inih :D]
Hasilnya? Kimi dan Ayah nambah makannya, padahal sebelumnya udah sarapan buah dan makan kacang rebus. Pas jam setengah sembilan pagi ditawari makan gulainya, langsung abis :)
Tentang gulainya sendiri, rasa rempahnya simple karena emang nggak pake rempah yang terlalu banyak seperti gulai/kari lain pada umumnya. Cuma jinten-ketumbar-merica dan duo bawang aja. Kalo versi aslinya pasti gurih pedes ya, didapur Kimi jadinya gulai gurih. Semoga dimaafkan oleh para pencipta resepnya, bukan maksudnya nggak ikut pakem hehe
Saya cari referensi tentang kisah seputar gulai lemak tapi nggak nemu info apapun. Cuma baca dari beberapa tulisan pak Bondan Winarno yang membahas masakan melayu [sumatra], “gulai” disana berarti sayur dan “lemak” merujuk pada santan. Hmm... lauk yang nikmat, kalau mau lebih sehat mungkin bisa dikurangi atau dihilangkan santannya, rasanya udah gurih :)


Gulai lemak [NTB]
Sumber:  majalah sedap

Bahan
500 gram daging sapi (bagian has), potong tipis 1cm
3 sdm minyak untuk menumis
½ sdt merica bubuk
2 sdt garam
1 ½ sdt gula merah

Haluskan
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri, sangrai
6 buah cabai keriting
4 buah cabai merah
1 sdt ketumbar
½ sdt jintan
2 cm kunyit
¼ butir kelapa agak muda, parut kasar, sangrai, haluskan
750 ml santan dari ½ butir kelapa

Cara Membuat
1.       Potong-potong daging sapi menurut selera. Sisihkan.
2.       Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna.
3.       Masukkan merica, garam, dan gula merah. Tambahkan santan sedikit demi sedikit. Masak semua bahan samapi empuk, harum, dan santan kental berminyak. Angkat, sajikan.

Happy cooking :)
Devi - BunKim