Wednesday, 30 September 2015

Jelajahi Ribuan Resto Dan Pilih Satu Yang Terbaik Dengan Opensnap





Apakah kamu punya temen dengan tipe seperti ini? Mau beli gadget baru, cari review dulu di internet. Mau nyari sepatu dan baju, kutak-kutik internet dulu untuk menemukan merk-merk yang lagi kekinian. Mau datang ke suatu tempat, cari dulu jalur terdekat di internet. Mau ganti merk make up, cari referensi dulu di internet. Bahkan mau cari makanan [yang adalah kebutuhan pokok, dilakukan 3x sehari] juga harus cari  referensi dulu di internet! Hahaha selamat, teman kamu mungkin sudah terjangkit virus internetisitis. Tapi emang wajar sih ya, jaman begini review yang bertebaran di internet ini pasti sangat berguna dan dicari-cari oleh jutaan netizen tiap harinya, salah satu cara top untuk memperoleh hasil maksimal dan memuaskan. Nggak heran kalau orang berlomba-lomba memposting review dan jutaan orang lainnya menggunakan review-review itu sebagai referensi sebelum melakukan sesuatu. Salah satu contohnya adalah dalam hal kuliner khususnya food-photography, yaaaa… lagi booming dan kekinian banget kan kan? Semua orang suka memotret dan menshare makanan yang akan disantapnya di internet, khususnya socmed. Dan dalam hitungan menit, foto-foto itu akan menuai puluhan like dan komen-komen penasaran.


  Nah untuk para pecinta review makanan, pemburu guiding wisata kuliner, dan penggemar food-photography, sekarang nggak hanya internet yang bertaburan review makanan, tapi ada juga aplikasi keren yang harus dicoba. Yuuk install dulu, gratis di Playstore dan Appstore , namanya Opensnap. Opensnap ini bisa dibilang adiknya Openrice, itu lo.. aplikasi panduan kuliner yang juga berisi banyak review makanan favorit, bedanya kalo opensnap lebih mengutamakan foto-foto yang bikin drooling dan dilengkapi juga dengan rating serta info lengkap tentang menu dan resto. 

Saya belum lama tau tentang opensnap. Awalnya tau dari temen-temen di grup IDFB yang udah coba aplikasi ini dan katanya bagus, lalu saya coba instal dan ternyata memang bagus, membantu banget untuk foodie-blogger yang kudet macam saya hahaha. Ya blog ini kan memang isinya masakan semua tapi saya termasuk sangat jarang berpetualang mencicipi makanan dari resto-resto yang lagi trend di dunia kuliner Indonesia. Kalo dilihat akun saya di opensnap juga isinya kebanyakan homecooking food. Jadi kalo ada yang tanya dimsum yang enak di Bekasi mana ya? Mie Aceh yang pedesnya mantap cari dimana ya? Masakan Chinese yang halal dimana ya? Ya udahlah tinggal sodorin hp, silakan cek sendiri di opensnap sayah.  

Aplikasi semacem opensnap kayaknya ada beberapa, tapi akhirnya memilih instal opensnap karena di opensnap mirip-mirip sama socmed, jadi kita bisa follow teman-teman atau seleb-opensnap sehingga kita bisa tau mereka udah nyicip makanan kemana aja dan bagaimana review mereka tentang makanan disini dan disitu. Feature yang satu ini namanya “Social Visited“. Kalopun misalnya kita masih malu-malu untuk follow, jangan takut akan ketinggalan info terbaru karena admin opensnap yang baik hati udah membuat kita terkoneksi dengan semua foodie-addict di Kota dimana kita berada [available di feature “everyone tab”]. Ada juga update list restoran terbaru seperti di link ini: http://www.opensnap.com/id/jakarta/new-restaurants. Selain itu, kita juga bisa membookmark restoran atau menu yang jadi favorit atau yang jadi target wisata kuliner kita selanjutnya. Kalo misalnya kita ada restoran langganan yang kita udah bertahun-tahun nggak bisa move on dari keenakan makanan disana atau kenyamanan interior design-nya atau keramahan pelayananya, maka kira bisa langsung memasukkan resto itu sebagai “favorit location” dan disetting sebagai lama depan akun opensnap kita. Nah, bagus-bagus kan feature yang ada di aplikasi opensnap ini?

Oo iyaa.. satu lagi hampir kelupaan, kalo misalnya kita baru datang ketempat baru, lagi liburan ke Malaysia atau Singapura gitu misalnya, opensnap bisa banget kita andalin. Opensnap ini kan udah punya ribuan database restoran di beberapa negara di Asia seperti Hongkong, Singapura, India, Malaysia, dan China. Jadi fungsi guiding kulinernya memang manteeb. Opensnap juga udah terhubung ke google map, jadi tinggal klik “map view/ nearby” maka otomatis aplikasi akan memberikan referensi resto yang ada paling dekat dengan lokasi kita saat itu.



 Kalo misalnya kita lagi nggak liburan, weekend di rumah bosen dan pengen jalan-jalan sambil makan, bisa coba liat di opensnap ada "editor choice" yang berisi rekomendasi  resto atau menu masakan berdasarkan lokasi ataupun jenis makananya. Saya kemarin cek referensi kue cubit dari opensnap jadi nanti kalo pas main ke Jakarta dan lagi pengen kue cubit bisa langsung nyari dimana spot yang paling pas. Kalo mau cari yang deket-deket aja, saya biasanya masuk ke referensi area Bekasi. Kalo misalnya ada yang lagi mengalami masalah kayak di meme paling atas, coba cek referensi resto indah di pinggir pantai atau resto paling romantis pilihan editor opensnap, semoga masalah memilih-tempat-makan akan segera terselesaikan dengan indah :D



Dan 2 minggu lalu setelah buka-buka opensnap, kami bertiga milih makan di steak 21 Bekasi Barat, tepatnya di Mega Mall Bekasi. Harganya terjangkau dan porsinya pas, nggak sampai eneg kekenyangan. Kita bisa pilih mau dimasak setengah matang atau welldone, ada keterangan jelas dan contoh foto kematangan dagingnya, lengkaplah pokoknya. Untuk steak ukuran sedang [150gr], kisaran harganya 50-120rb tergantung jenis daging yang dipakai. Satu lagi, di steak21 ini saus botolannya ada 3 macem dan ada tambahan free sauce juga seperti creamy mushroom, mushroom sauce, blackpaper, dan saya paling suka saus barbeque.. enyaaak. 

Prime special sirloin with rice [150gr – 60K]



Ini steak dengan tampilan unik ya, daging sapi udah dipotong kecil sekali suap [tapi kalo saya masih harus dipotong 3x juga sih hehe], berlumuran saus barbeque jadi rasanya kental banget.

Grilled Tuna [180gr – 61K]



Ini menu pilihan anak laki-laki saya yang umurnya 5 tahun, dan memang cocok sih untuk anak-anak.. daging tunanya empuk, nggak harus dikunyah lama. Cuma porsinya lumayan banyaak [180gr] untuk anak-anak, nggak ada pilihan porsi yang lebih kecil.

Tenderloin local [150gr – 87rb]



Tenderloin ini favorit suami, suka ada daging sapi yang berlemak jadi ketika dimakan gurihnya terasa banget. Disajikan bersama kentang goreng dan sayuran yang masih kres-kress waktu dikunyah. Perfect family lunch :)

Nah setelah selesai makan, bisa kasih review makanan dan restonya via opensnap biar temen-temen kita ada referensi kalo mau cari steak enak dengan harga terjangkau ya.
Caranya: upload foto [bisa ambil dari roll up camera atau langsung klik], edit sebagus mungkin, pilih tipe [termasuk decor. makanan, atau selfie], lalu pilih makanan restok atau masakan rumahan, lalu upload deh..



Memuaskan juga, menyantap makanan enak berawal dari snap-snap di opensnap ya. Yang perlu resto guide atau hobi selfie di resto, yuuuk silakan instal opensnap di smartphone kamu :)
Nah untuk food-blogger rumahan seperti saya, opensnap juga menampung aspirasi kita lo hehe.. ada feature home cooking, jadi profil kita bisa berisi foto-foto masakan rumahan juga selain masakan jajan diluar rumah. Lengkap kan? 

Ini beberapa masakan rumahan yang saya upload di akun opensnap saya :)





Sumber gambar untuk meme: sini, sana, situ. Terimakasih :)


 

Monday, 17 August 2015

Sambal Bawang & Udang Goreng





Beberapakali mampir di pempek Gabby yang dideket rumah dan lihat disana ada jual sambal bawang, tampilannya aduhai banget tapi kok ya sayang beli sebotol kecil 15 atau 20rb gitu hahaha maklum lagi gerakan ngirit seumur hidup. Jadi, sambal bawang ini bawang dan cabenya diuleg kasar, masih ada potongan besar-besar dan berlimpah minyak. Ngebayangin makannya krenyes-krenyes huhah sama nasi anget, pasti bakalan nambah beberapa kali. Konon katanya sambal bawang macam itu juga legendaris jadi oleh-oleh dari Surabaya, dipadu dengan udang goreng.



 
Kebetulan dirumah ada banyak bawang merah, hasil berburu di jalur selatan pas mudik lebaran kemarin. Sedikit cerita tentang perjalanan mudik kami, ini adalah perjalanan jarak jauh pertama sekaligus mudik bawa kendaraan sendiri pertama juga, bahkan suami berani nyetir sendiri tanpa cadangan padahal baru lancar nyetir ya sekitar setahunan belakangan ini. Alhamdulillah… Deg-degan tapi seru ya, sepanjang perjalanan lihat daerah-daerah yang selama ini cuma kami baca di koran atau buku pelajaran. Pas berangkat H-2 kami lewat jalur utara via tol Cipali, pulangnya coba jalur selatan. Nah ternyata lewat jalur selatanpun tetep lewat pinggiran Brebes, kami ngikut GPS dan petunjuk jalan aja + banyak-banyak berdoa tentu aja. Deket Brebes kami lewat jalan baru di sepanjang sungai irigasi, kalo nggak salah inget namanya Jalan Margaasih - Brebes, nah disepanjang jalan itu banyak penjual bawang fresh from the farm. 




Kamipun mampir sambil menikmati pemandangan pinggir sawah yang hijauuuuuu dan sebagian menguning bekas-bekas panen bawang. Bawang dijajakan di warung-warung kecil sepanjang jalan Margasari, udah dionggok-onggok sekitar 2-3kg tiap onggoknya, ditawarkan dengan harga 20rb/kg. “Hehehehe.. kok sama dengan harga Jakarta Pak, kirain disini murah?” canda saya, dan akhirnya dapet diskon deh untuk 2.5kg bawang merah yg kami bawa pulang. Bawangnya bagus dan lumayan kering jadi dirumah tinggal saya jemur tiap beberapa hari dan awet sampe sekarang.




Untuk resepnya, saya googling trus disesuaikan dengan bahan yang ada + kemampuan perut menerima limpahan kepedasan :D



Sambal Bawang & Udang Goreng
 
Bahan:
Udang Goreng
500gr udang ukuran kecil, bersihkan
5 sdm tepung beras
1sdm tepung terigu
1 bawang putih, geprek
Garam, gula, air secukupnya untuk membuat adonan tepung goreng udang. Adonanya encer aja
Minyak goreng secukupnya, sisihkan minyak bekasnya untuk menggoreng sambal bawangnya ya

Sambal Bawang:
15 siung  bawang merah besar, kupas kulitnya, potong 2
1 siung bawang putih
6 cabe rawit atau sesuai selera [6 cabe jadinya sambal level 1 ya, kalo mau level 5 keatas mungkin pake diatas 20 butir hehehe]
Garam dan gula secukupnya

Cara memasak:
  1. Campur semua bahan udang goreng lalu goreng sampai udang kemasan dan kering, tiriskan. Sisihkan minyak bekasnya.
  2. Goreng semua bahan sambal bawang dengan minyak bekas gorengan udang sampai layu, angkat, uleg di cowek sampai setengah halus. Siram dengan 3sdm minyak panas, sambal siap dinikmati dengan udang goreng dan nasi, dilengkapi lalapan
Selamat makaaaaaan ^_^
Salam,
Devi BunKim

Sunday, 2 August 2015

Soto Bening a la Jogja [eksperimen 1]





Sebenernya saya bukan pecinta soto, walopun lumayan sering makan soto tapi lebih karena nggak ada alternatif lain dan ya.. soto emang seger banget sih ya, selalu cocok untuk dinikmati pagi-siang-ataupun malam. Dan dari sekian banyak soto yang pernah saya coba, yang masih saya inget enaknya itu soto sapi yang ada di samping radio Yasika, jl. Menukan Jogja. Padahal makan disana pertama kali udah lebih dari 10 taun yang lalu, terus makan yang kedua sama suami pas habis nikahan dulu [itu berarti sekitar 7 tahun yang lalu]. Terus…mudik lebaran kemarin akhirnya dibela-belain mampir lagi ke menukan untuk nyari si warung soto, ternyata warungnya udah berganti dengan bangunan lain. Pas clingak-clinguk sepanjang jalan situ akhirnya lihat di seberang jalan ada warung soto sapi… ya wes lah gapapa buat obat kecewa, masak jauh-jauh dari Magelang nggak ketemu soto sapinya :’( Nah pas udah pesen, ternyata… surprise…itulah soto samping Yasika yang dulu itu. Rasanya masih sama dan setelah nanya ke Bapak penjualnya ternyata bener itu pindahan dari samping yasika. Yang khas banget dari soto sapi ini adalah kuahnya bening ning ning dengan bumbu minimalis, tapi segeeer banget. Bahan pelengkapnya juga termasuk minimalis, Cuma tauge, kol, dan irisan seledri. Di warung itu bahkan nggak ada lauk pelengkap yang biasanya umum disajikan di warung soto seperti aneka baceman, sate telur, gorengan, atau apalah. Mungkin karena masih lebaran jadi jualannya baru mulai dan masih sulit cari bahan-bahan di pasar, atau mungkin juga emang nggak menyediakan lauk-lauk pelengkap karena warungnya emang warung kecil ya.



Nah karena penasaran saya pun mulai googling tentang resep soto sapi kuah bening itu, karena saking mabuk kepayangnya sampai lidah nggak bisa menerka-nerka apa gerangan kira-kira bumbu yang dipake untuk kuah soto superseger itu. Hahaha…alesan aja sih, saya emang amatir banget soal menebak2 bumbu. Dan kagetlah waktu baca beberapa sites yang menulis ulasan tentang soto sapi bening ini, menyebutnya sebagai soto khas Jogja atau khas Gunung Kidul. Walaaah…dulu 5 taun lebih tinggal di Jogja kok ya nggak pernah tau soto khas Jogja. Betapa kasian saya ya. Ada juga di blog yang cerita tentang soto Kadipiro, soto Pak Sholeh, Soto JEC, dll tapi ya…. Belasan taun lalu jelas2 kantong saya nggak akan cukup untuk mencicipi soto-soto legendaris nan mewah itu. Lha wong soto kaki lima yang harga 2.500/porsi aja udah terasa mahal dan mewaaaah banget wekeke. Browsing berlanjut…tapi nggak ada satupun tulisan yang membocorkan resep soto bening ini, kalopun ada yang menyebut soto bening itu di resepnya masih pake kunyit dan lain-lain yang jadinya kan soto kuah butek yak?! Secara umum sih iya bener, soto dibagi dua: soto santan dan kuah bening [tanpa santan, tapi masih pake bumbu kunyit dll yang membuat kuahnya nanti bening kuning kecoklatan]. Sedangkan yang saya cari adalah soto dengan kuah benar-benar bening, semacam kuah sop gitu. Walhasil harus tebak-tebak buah manggis juga ya, saya memutuskan pake bawang merah, bawang putih, jahe geprek, merica, kemiri, daun salam, dan sereh. Semuanya dalam jumlah sedikit, hanya ¼ dari jumlah bumbu yang biasanya saya pake untuk bikin soto kudus. paginya juga sempet ke pasar cari tulang sapi, cuma sepotong gini nih..tapi lumayan juga direbus jadi kaldu jadi gurihnya pas.



Kata suami sih udah sama kayak soto bening Menukan itu, tapi di lidah saya belum sama… bumbunya masih terlalu kompleks, meskipun warnanya udah sama beningnya, tapi yang di Menukan itu bumbunya minimalis banget heheu. Mungkin selanjutnya perlu dikurangi salam dan serehnya ya :)


Soto Sapi Bening

Bahan:
250gr daging sapi, iris kecil + tulang sapi untuk kaldunya
5 siung bawang putih, geprek
8 siung bawang merah, geprek
1 ruas jahe, gepek
½ sdm merica
2 butir kemiri
1 batang sereh, bagian putihnya saja, geprek
2 lembar daun salam
Gula dan garam secukupnya
Air 3 lt

Pelengkap:
Tauge, Kol iris tipis rebus sebentar
Daun seledri, cincang
Bawang goreng
Tomat, iris

Cara membuat:
1.       Kaldu: rebus tulang dan daging sapi dengan api kecil sampai kaldu gurihnya terasa, sekitar 1-1.5 jam. Masukkan daging dan tulang saat air rebusan masih dingin agar kaldunya keluar sempurna. Angkat daging dan tulang, tiriskan. Teruskan merebus kuahnya.
2.       Masukkan daun salam, sereh, bawang merah, bawang putih, dan jahe ke kuah kaldu.
3.       Haluskan merica, kemiri, gula, dan garam. Tumis dengan sedikit minyak sampai harum, masukkan ke kuah kaldu. Cicipi sampai citarasanya pas dengan selera
4.       Sajikan dengan nasi putih hangat dan bahan pelengkap

Selamat masak, selamat makaaaaan :)
Devi - BunKim