Showing posts with label IDFB challenge. Show all posts
Showing posts with label IDFB challenge. Show all posts

Saturday, 31 January 2015

[IDFB Challenge] Review Aplikasi: Bukan Cuma Bibim Bap, Korea juga punya Chueotang!


[Foto-foto dari aplikasi Korean Restaurant Guide yang sudah dimodifikasi]

Tau Samgyetang atau Chueotang? Tau bahan-bahan pembuatnya? Tau citarasanya yang asli korea seperti apa? Tau dimana yang jual?

Well... kalo saya, jawaban untuk semua pertanyaan di atas adalah: nggak tau hehehe. Ya, saya memang bukan penggemar K-drama, K-pop, dan jarang juga mengamati budaya Korea jadi nggak  familier dengan menu-menu a la Korea. Sekalinya tau cuma dari banner dan neon box raksasa yang banyak terpanjang di resto Korea di seputaran Jabodetabek, fotonya bikin penasaran karena kelihatan seger dan enak sekali. Seperti K-drama, K-pop, K-culture, K-food juga telah menjamur di Indonesia. Sangat gampang kita mendapatkan menu-menu korea, dari harga murah sampai yang kelas mahal. Trus gimana ya cara memilih restoran korea yang reccomended, yang udah direview ahli kuliner Korea atau public figure gitu?
Ada! KFF [Korean Food Foundation] udah merelease buku panduan restoran Korea yang melibatkan para ahli kuliner Korea. Hmm... buku tebal terlalu serius ya? oke deh, ada juga versi buku sakunya juga. Buku saku juga suka lupa ditaruh dimana, baiklah.. yang paling gampang dan ga pernah lupa dibawa kemanapun oleh manusia sejagad raya adalah HP, jadi KFF juga memberi kemudahan kita untuk menginstall  aplikasi panduan restoran Korea  di HP kita, bisa di download pada platform iOS dan Android dengan nama aplikasi “Korean Restaurant Guide”. Dan bisa dicari dengan kata kunci koreanrestaurantguide: ID-MY pada Play Store. Kebetulan sekarang KFF bekerjasama dengan IDFB [Indonesian Food Blogger] mengadakan challenge untuk mereview aplikasi Korean Restaurant Guide ini, yeaaay...bisa sambil belajar nama-nama Korean food deh jadi nanti kalo ada yang mau nraktir di restoran Korea, udah ngerti makanan enak mana yang harus dipilih *ngareeep ada yang nraktir :D

Tampilan aplikasi Korean Restaurant Guide ini simple dan gampang dioperasikan, dalam sekilas pandangan kita akan bisa cepat memilih menu apa saja yang perlu kita klik. Sampul depan bergambar lampu khas rumah korea, lalu muncul opsi tampilan menu: berdasarkan style [BBQ,  family style, formal dining, atau casual style] atau berdasarkan lokasi negara [Indonesia dan Malaysia/ Kuala Lumpur]. Masuk ke menu utama, kita akan disuguhi 20 foto restoran korea lengkap dengan namanya. Setiap restoran direview oleh seorang public  figure secara cukup detail dan lengkap, misalnya: menu andalan restoran, otensitas rasa, penjelasan singkat mengenai bahan-bahan dan rasa makanan yang dihidangkan, jenis makanan pembuka, interior design serta  kualitas pelayanan, dan lainnya. Dibagian bawah, ada informasi penting mengenai lokasi dan nomor telpon, kisaran harga, dan pintasan ke google map. Setiap review ditampilan dalam 3 bahasa: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Korea. Naah... yang lagi ngebet belajar huruf dan bahasa korea, bisa sekalian mengasah kemampuan ketika buka aplikasi ini ya hehehe.



Bahasa yang digunakan reviewer juga provokatif alias bisa membuat pembaca drooling sedrooling-droolingnya hehe. Coda deh baca review berikut, siapa yang nggak kepengen langsung loncat ke restorannya dan pesen sup belut ini: “Signature dish restoran ini adalah chueotang, sup lezat gurih yang dibuat dari belut, daun lobak, dan akar gobo. Sebuah permata kuliner Korea yang unik. Chueotang sungguh lezat dan membuat bibir dan lidah berkejap-kejap. Anda tidak akan menemukan potongan belut dalam sup ini karena dagingnya telah dihaluskan, ditambah air, dan dimasak dengan berbagai bumbu dan sayuran. Cita rasanya sangat berbeda dengan doenjang jjigae atau sup korea pada umumnya. Kelezatannya mengagumkan. Menurut saya, Korea  seharusnya mempromosikan masakan yang satu ini agar lebih dikenal dunia. Bila anda mengunjungi restoran ini, jangan lupa memesan chueo twigim [belut goreng].”

[Foto-foto dari aplikasi Korean Restaurant Guide yang sudah dimodifikasi]
 Informasi lain yang sangat membantu adalah “menu”, disini menu-menu korea disajikan dalam urutan alfabetik, disertai foto, dan penjelasan singkat dalam  3 bahasa. Nama-nama menu yang mungkin nggak pernah muncul  di K-drama, dapat kita telusuri disini. Ternyata  di korea bukan cuma ada kimchi dan bibim bap tapi juga ada chueotang, dwaeji galbi gui, dan hongeo hoe muchim. Menu apakah itu? Silakan langsung download aplikasinya yaaaa kalo penasaran :D



Secara tampilan dan isi, aplikasi ini udah bagus banget.. sangat informatif dan memikat untuk saya yang buta masalah kuliner Korea. Tapi ada beberapa hal yang kayaknya perlu ditambahi, misalnya informasi ke-halal-an restoran. Mengingat buku dan aplikasi ini diterbitkan dan menyasar pasar Indonesia [dan Malaysia] yang mayoritas penduduknya muslim, saya kira akan sangat bermanfaat kalau ada informasi halal di aplikasi Korean Restaurant Guide-nya KFF. Selain itu, ketika awal membuka aplikasi saya agak kecewa karena mendapati hanya ada 20 restoran yang berlokasi di Jakarta. Belakangan baru tau kalo 20 restoran ini adalah restoran terbaik dari ratusan restoran yang sudah direview oleh para ahli kuliner Korea dan Indonesia juga. Pantes aja Cuma 20, udah best of the best rupanya. Satu lagi: di aplikasi ini, masing-masing restoran hanya menampilkan review dari 1 public figure, kurang banyaaaaaaak reviewernya :P
Yah Dev, kalau mau versi lengkap bisa langsung ke toko buku dan beli bukunya  dong hehehe...


Salam,
Devi :)


Note:
* Blog post ini dibuat untuk diikutsertakan dalam IDFB Challenge: I Love Korean Food
* Selain dari play store, aplikasi juga dapat di download di website Korean Cultural Center (KCC) Indonesia di  http://id.korean-culture.org
*Buku Korean Restaurant Guide bisa di download dalam format PDF dan e-book di SINI




Friday, 31 January 2014

IDFB #14 Olahan Beras: Punten Pecel




Kalo pecel, semua orang pasti udah tau ya. Kalo punten? Apa itu punten? Bahasa Sunda untuk “maaf”? Hmm..mungkin iya. Tapi punten yang satu saya buat siang ini bukan jenis punten Sunda hehe. Saya baru ‘kenal’ punten sekitar sebulan lalu waktu mudik ke rumah suami di Blitar, Ibu Mertua dengan bersemangat menawari saya untuk sarapan “punten pecel”. Sayangnya bakul punten pecel yang ditunggu-tunggu ga datang selama 2 hari, jadi rasa penasaran saya hanya bisa dijawab dengan penjelasan Ibu kalo punten itu nasi gurih yang dipadatkan. Oke, ingatan saya langsung tertuju pada jadah [makanan khas Jogjakarta, terbuat dari ketan yang ditetel dan dipadatkan, biasanya dijajakan bersama bacem tempe/tahu. Di Jakarta dan sekitarnya, jadah ini biasanya dijual dalam bentuk gorengan/bakaran, belum pernah nemu jadah bacem disekitar sini] dan legendar [di kampung saya, biasa dibuat dari nasi sisa yang dikukus ulang lalu dihaluskan dan dipadatkan. Bisa dimakan begitu saja dengan tambahan kelapa parut dan kuah gula jawa/ juruh atau diiris tipis, dijemur, lalu digoreng jadi krupuk legendar]. Untungnya pada hari ke-3 saya di Blitar, Ibu berhasil juga nyegat bakul punten pecel... ah ya bentuknya mirip jadah, Cuma punten ini terbuat dari beras dan ada tambahan parutan kelapa muda. Rasanya gurih dan kenyal, mak nyooos dipadu sambel pecel Blitar yang pedas manis. Sluuuurp...!!! Kalo yang belum familiar dengan jadah atau legendar, maka punten pecel ini juga identik dengan lontong atau ketupat. Kalo lontong/ketupat berrasa hambar maka punten berrasa gurih santan dan wangi daun salam...



 Lalu siang ini saya ngotot bikin punten pecel di tengah keterbatasan bahan dan mahalnya sayur-mayur [kangkung dan bayam, harganya naik hampir 4 kali lipat pagi tadi >,<] karena semalam mampir IDFB dan tiba-tiba kangeeeeeeen masak lagi. FYI, saya udah hampir 2 bulan nggak masak yang agak serius karena baru buka lapak baru dan itu menguras energi dan pikiran, ternyata ya. tiap hari Cuma masak standar sayur dan lauk, cemilan pun paling Cuma pisang goreng. Dan siang ini, mumpung tanggal merah, bisa memberantaki dapur lagi :D Kebetulan juga IDFB challenge bulan Januari ini adalah masakan olahan beras yang didukung PureGreen sebagai penyedia beras organik berkualitas yang bisa dikonsumsi keluarga yang mengutamakan gizi dan kesehatan makanan [http://puregreenorganic.com/]. Maka punten pun bisa jadi alternatif pengolahan beras kalo ada yang bosen makan nasi terus tiap hari. Bagi Ibu-Ibu yang punya anak kecil, punten bisa dicetak di bento mold atau cetakan coklat yang lucu-lucu biar si kecil lahap maemnya hehe


 Nah kembali ke punten. Punten ini banyak ditemui di Blitar, Tulung Agung, Kediri dan sekitarnya. Dijual di warung makan atau dijajakan dari rumah ke rumah dengan harga sangat terjangkau, cukup 2-4rb saja per porsi. Lalu kenapa namanya punten sih? Saya juga ga ngerti dan dari hasil googling semalam pun tidak menemui titik terang asal muasal nama unik ini. Cuma di satu blog diceritakan kalau punten ini hasil kreasi para petani di daerah Jawa Timur yang menciptakan bekal yang praktis untuk dibawa kerja ke sawah. Punten dengan bentuknya yang padat dan rasanya sudah gurih, tentu praktis dijadikan bekal. Sukur-sukur kalo ada tambahan pecel, gorengan, dan krupuk :)



[Resep] 
PUNTEN PECEL

  1. Punten:
-          1 gelas beras Pure Green
-          3 gelas santan cair
-          2 lembar daun salam
-          2 sdm kelapa muda parut
-          ½ sdt garam

Cara membuat:
1. Rebus santan, garam, dan daun salam sampai mendidih, masukkan beras. Masak sampai air habis
2. angkat beras lalu campur dengan kelapa parut, aduk rata. Kukus sampai matang
3. panas-panas haluskan dengan tumbukan kayu/batu, lalu cetak di nampan atau baskom yang sudah dialasi daun pisang/plastik dan dioles sedikit minyak sayur, padatkan
4. setelah dingin, potong-potong dan sajikan bersama sayuran dan siraman sambel pecel

  1. Pecel:
-          Sayur mayur [kacang panjang, tauge, kangkung, bayam, sawi] direbus, tiriskan
-          Sambel pecel: kacang tanah digoreng lalu dihaluskan bersama cabai rawit, bawang putih, daun jeruk purut, kencur, garam, sedikit air asam jawa, dan gula jawa], encerkan dengan sedikit air matang
-          Krupuk untuk pelengkap

Selamat memasak ^^
Devi - BunKim